Pengetahuan masyarakat tentang Fintech masih rendah, Tunai Kita gencarkan edukasi

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Financial’ dan ‘technology’ (Fintech) sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan, ternyata masih awam diketahui oleh masyarakat Bali. Dari program melek fintech yang dilakukan oleh Tunai Kita yang menyasar 4 pasar tradisional di Bali, yaitu Pasar Satria, Pasar Kumbasari, Kartini Sanur, Pasar Badung dan Pasar Agung, kebanyakan masyarakat yang berkecimpung dan terkait aktifitas pasar belum memahami fintech. Padahal fintech membwrikan kemudahan mendapatkan kredit dan akses kredit masyarakat, untuk meningkatkan daya beli dan membuka peluang usaha. “Saat sosialisasi ke pasar-pasar itu, rata-rata mereka banyak yang tidak tahu apa itu fintech dan jenis fintech itu apa. Ada yang mengaku masih menunggu anaknya agar dijelaskan kepada anaknya. Bahkan banyak yang mengaku tidak tahu apa itu NPWP. Dalam satu toko kita bisa lama banget menjelaskannya,”sebut VP Corporate Affairs Tunai Kita, Anggie Ariningsih, Jumat (25/10).

 

Selain Tunai Kita, dalam sosialisasi tersebut diakuinya ada 178 orang dari 70 perusahaan fintech yang ikut dalam event Fintech Days 2018 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui sosialisasi tersebut pihaknya berharap masyarakat bisa lebih tahu, lebih teredukasi tentang apa itu fintech dan apa jenis produk fintech. Dengan demikian kedepan akan lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan fintech. Apalagi saat sosialisasi tersebut hampir semua mempunya smarthphone, namun sayangnya memang masih ada masyarakat yang tidak mempunyai rekening bank. Padahal untuk bisa menggunakan fintech dari Tunai Kita, salah satu syaratnya adalah mempunyai rekening, disamping mempunyai KTP dan NPWP. “Inilah yang perlu kita di edukasi. Kita ingin masyarakat aware, tahu jenis dan produk fintex seiring perkembangan tekhnologi. Jadi ini pengetahuan basic yang harus ada yang memberitahukannya,”jelasnya.

 

Dipaparkannya, Tunai Kita meberikan dana pinjaman dari nominal Rp 500 ribu hingga Rp 20 juta. Dimana nasabah yang meminjam itu kebanyakan menengah kebawah. Karena itulah kalau fintech  mau berkembang pesat, ia menilai pasar menengah kebawah itu harus digarap maksimal. Apalagi populasi masyarakat terbanyak adalah menengah kebawah. Selain mengedukasi melalui sosialisasi ke pasar-pasar, pihaknya juga melakukan edukasi lewat radio dan media masa. Dengan harapan,  masyarakat bisa lebih mengetahui fntech. Selain itu pihaknya juga terus melakukan edukasi ke mall, universitas, UMKM dan comppany perusahaan. Dengan harapan informasi tersebut bisa lebih disebarluaskan dan diinformasikan.

 

Disisi lain, ia mengungkapkan Tunai Kita sudah hadir di Bali sejak awal 2018 dengan volume pinjaman sejauh ini sekitar 4,2 miliar rupiah. Pertumbuhan nasabah Tunai di Bali diakuinya tumbuh sangat pesat dan Bali menjadi wilayah dengan nasabah yang paling tepat waktu daam pembayaran pinjaman. Tunai Kita hadir menawarkan layanan jasa keuangan secara digital dengan proses yang mudah, cepat dan terpercaya. Dengan memanfaatkan tekhnologi aplikasi yang terinstal di play store. Adapun bunga pinjaman yang diberikan dari 0,2-0,7 persen dengan masa waktu 30 hari-6 bulan. “Kita menggunakan screening, yang menyatakan kelayakan orang mendapat kredit dengan nilai terkait. Kita juga punya mesin landing robot, cooding dari strech dari awal. Dengan memakai rumus algoritma, maka bisa diketahui gaya hidup kita dan kita bisa pantau kemana pergerakan,”imbuhnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!