Pengendara bisa gunakan unik milik JBT dengan uang pas

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Setelah mendapatkan sidak dari Komisi III DPRd Bali, pihaknya Jasamarga Bali Tol (JBT) mengaku telah menyiapkan solusi, untuk mengantisipasi antrian yang belakangn ini terjadi di tol. Pihak JBT mengaku telah menyiapkan petugas disetiap gardu tol, untuk membantu tapping mengunakan Unik milik JBT bagi pengguna jalan yang tidak membawa Unik. “Satu gardu tol itu ada 1 orang petugas, jadi kalau di nusa dua ada 8 gardu, berarti ada 8 orang petugas. Itu sudah kita terapkan sejak seminggu, sampai dengan tidak terjadi antrian lagi,”ujar humas JBT, Putu Gandhi Ginatra dikonfirmasi Jumat (23/2).

 

Kebijaksanaan tersebut diakuinya diambil melihat kecenderungan meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk tol dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data pihak JBT, dari Januari hingga awal Februari rata-rata kendaraan yang masuk tol sebanyak 40 ribu unit per hari. Sedangkan, sepekan terakhir rata-rata kendaraan yang masuk mencapai 50 ribu unit per hari. Diana tumpukan kendaraan paling tinggi terjadi di Gerbang Tol Nusa Dua. “Di gerbang Nusa Dua, sore hari sudah terjadi antrian. Padahal, alat (mesin) tol berfungsi dengan baik. Penyebab panjangnya antrean di depan gerbang tol itu disebabkan pengendara tidak membawa uang elektronik (Unik) atau memiliki Unik tapi saldonya tidak cukup. Serta perilaku masyarakat saat menempel kartu yang sudah mencabut kartunya sebelum portal naik. Hal itu menyebabkan si pengendara menempel kartu lagi hingga portal naik dan itu cukup memakan waktu,”paparnya.

 

Bagi masyarakat pengguna jalan tol, diharapkan bisa menyiapkan uang pas dalam bertransaksi dengan mengunakan Unik milik JBT. Sehingga nantinya tidak perlu lagi menunggu uang kembalian. Kedepannya apabila terjadi antrian panjang mohon pihaknya mengaku tidak melayani top up Unik. Dimana sebagai gantinya, pihaknya sudah menyiapkan drive thru top up di Pool ruas Benoa yang akan selesai pengerjaanya pada bulan Maret ini.

 

Sebelumnya, Komisi III DPRD Propinsi Bali yang dipimpin oleh I Ketut Kariyasa Adnyana bersama dengan rombongan, yaitu Ida Bagus Gede Udiyana, I Kadek Diana, I Wayan Disel Astawa, I Wayan Adnyana, Gede Ketut Nugrahita Pendit dan I Nyoman Suyasa melakukan sidak Kamis (22/2) ke titik toll Pesanggaran. Dimana pihak  BI diminta untuk segera berkoordinasi dengan bank rekanan Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku penyedia Unik, untuk menyiapkan mobil pelayanan tambahan isi ulang dan pembelian kartu unik. “Di jalan tol sendiri hanya ada satu bank yang biaa langsung melayani isi ulang unik di gardu tol, sementara yang lainnya belum dan harus melakukan isi ulang via rekening. Pihak JBT mengaku harus bekerjasama dengan bank rekanan selaku penyedia unik, untuk memperbanyak isi ulang dan pembelian unik langsung di tol. Karena itulah setelah kita bertemu JBT, maka kita langsung ke BI untuk audensi. Saya harap BI bisa memanggil bank terkait, untuk mengantisipais itu. Caranya dengan menyediakan mobil isi ulang dan pembelian unik di masing-masing pintu gerbang tol,”paparnya salah satu anggota Komisi III DPRD Bali, Wayan Disel Astawa dikonfirmasi via telepon.

 

Dengan adanya mobil pelayanan dari masing-masing bank rekanan unik, maka pengendara yang belum mempunya kartu unik dan kehabisan saldo, mereka bisa membeli dulu di mobil pelayanan bank yang disediakan dan langsung diisi ulang. Dimana mobil pelayanan yang butuhkan itu minimal disediakqn 12 mobil dari masing-masing bank. Dimana di masing gerbang tol paling tidak ada 4 mobil dari bank penyedia unik. “Kedepan ini harus dipermanenkan, terkait pelayanan unik. Bank harus siap terkait itu. Apalagi ini terkait IMF yang sudah dekat. Setelah senin ini, minimal minggu depan harus sudah ada pelayanan mobil itu. Kalau tidak maka kita akan warning,”tegasnya.

 

Senin depan, pihaknya juga mengaku akan mengundang pihak balai jalan, BI, JBT dan pihak terkait lainnya. Minimal pada hari tersebut suatu laporan kongkrit, untuk mengantisipasi kemacetan tersebut. Untuk itu semua pihak diminta melek untuk mengantisipasi dampak tersebut, mengingat Bali adalah destinasi wisata yang perlu dijaga kenyamanannya. “Disatu sisi masih ada juga masyarakat yang masih menggunakan jalan biasa, karena masalah biaya jika melewati tol. Tentu ini harus diantisipasi juga,”tegasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!