Pengawasan perlu ditingkatkan, pengusaha jangan asal cari untung

posbali.id
¬†MANGUPURA, POS BALI – Temuan sidak komisi I DPRD Badung ke Rich Prada hotel, terkait peanggaran izin operasional pihak yang bersangkutan. Ditengarai merupakan salah satu kasus yang menandakan bahwa pihak pengusaha kerap kali melanggar aturan yang berlaku. Dimana karena alasan trial, pihak hotel yang belum memiliki izin operasional ternyata sudah menjual kamarnya. Sementara pembangunan hotel terkait belum rampung secara total, sehingga menyebabkan izin operasional ini tak kunjung dikantongi. “Hal-hal seperti ini memang masih kita temui di lapangan, mereka beralasan buka trial dengan membuka beberapa kamar hotel yang telah siap. Sementara izin operasionalnya sendiri belum siap, karena belum rampung dibangun. Perbuatan semacam ini tentu akan berdampak negatif pada regulasi yang ada dan akan menjadi presedir yang tidak baik,”ujar sekretaris Komisi I DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, Rabu (18/4).

 

Tidak dipungkirinya wilayah kabupaten Badung yang luas dengan dinamika wilayah yang cepat, terkadang membuat keterbatasan dalam melakukan pengawasan. Karena itulah pihaknya menilai seluruh komponen yang ada, baik dari masyarakat dan aparat terbawah untuk selalu aktif melakukan koordinasi dan komunikasi. Terlebih lagi jika ada permasalah yang timbul di wilayahanya masing-masing. “Selama ini kebanyakan menganggap kalau sudah tandatangan penyanding, maka itu dinilai sudah selesai. Koordinasi ini harus terus terjalin dan ditingkatkan, jangan sampai stag. Pengawasan terbawah ini perlu ditingkatkan, sebab begitu banyak pihak yang ingin berinvestasi di Badung,”paparnya.

 

Selama ini pihaknya di dewan mengaku selalu berusaha mengawal dan mengatensi setial permaslahan yang terjadi. Hal tersebut dibuktikannya dengan memberikan respon cepat untuk turun ke lapangan dan menelusurinya. Namun dinamika wilayah yang pesat, membuat pihaknya mendeteksi perkembangan pembangunan wilayah. Hal tersebut baru bisa diketahui, jika ada pemberitaan yang heboh dibawah. “Kita sadari mungkin ini juga disebabkan oleh kurangnya petugas yang mengawasi secara kontinue. Karena itulah koordinasi ini harus terjalin dengan baik,”tegasnya.

 

Karena pihaknya di komisi I sudah turun ke lapangan dan menyatakan sikap, maka pihaknya akan melakukan koreksi terhadap sektor pengawasan terkait. Kedepan pihaknya berencana akan menggelar hearing, atau rapat kerja atau dengar pendapat, dengan instansi terkait. Darisana pihaknya akan mempolakan apa sebenarnya permasalahan pengawasan yang terjadi di lapangan. Jika kendalanya adaah tenaga yang kurang, maka pihaknya siap akan mengusulkan penambahan tenaga terkait. Selama bisa memperbaiki dan mengoptimalkan pengawasan

 

Sementara kepada pengusaha terkait dan pengusaha lainnya, yang ingin berinvestasi di Badung. Pihaknya mewanti-wanti menghimbau agar ketika yang bersnagkutab mulai melakukan pembangunan, maka selesaikanlah terlebih dahulu masalah perizinannya. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik dan tidak memicu permasalahan di masyarakat. Jangan beralasan rugi, maka mereka lalu bisa membenarkan menjual kamarnya secara trial, tanpa mengantongi izin operasional. “Celah ini jangan dimanfaatkan, sebab ini melanggar dan tentunya merugikan. Baik merugikan pengusaha, pemerintah kabupaten Badung dengan hilangnya PAD dan masyarakat terkait kesempatan bekerja. Belum sepenuhnya dibuka, tapi sudah merekrut karyawan dengan cara parsial. Ini akan menjadi bibit permasalahan, apalagi jika tenaga yang direkrut seolah mendeskreditkan sebagaian pihak karena kendala operasional,”himbaunya.

 

Pihaknya mengaku sangat mengapresiasi pengusaha yang mau berinvestasi di Badung, sebab hal itu akan menambah sektor PAD kabupaten Badung dari sisi pajak hotel dan restoran. Namun para pengusaha jangan seolah tidak mau diatur dan cenderung melanggar ketentuan yang ada. “Kita harap pengusaha yabg databg ke Badung ini benar-benar berkualitas dan benar-benar siap berinvestasi. Jangan malah main cobak, sehingga tidak siap dan mencari celah mencari untung dengan hal yang tidak legal,”pungkasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!