Pencetak Uang Palsu Dibekuk

posbali.id

Ngaku Mampu Menggandakan Lewat Bank Gaib

 

JEMBRANA, POS BALI ONLINE – Modus penipuan dengan berkedok menggandakan uang ala Dimas Kanjeng terjadi di Jembrana. Pelakunya yakni, Bambang (34) asal Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam melancarkan aksinya, Bambang yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini mengaku mampu menggandakan uang melalui bank gaib. Namun syaratnya, calon korban harus menyerahkan sejumlah uang digunakan membeli keperluan ritual untuk berhubungan ke bank gaib.

Dari informasi yang dihimpun POS BALI, Selasa (23/5) terungkapnya dukun palsu ini berawal dari informasi dari masyarakat bahwa di Jembrana ada orang yang mampu menggandakan uang. Namun, hasil dari penggandaan uang tersebut hanyalah uang palsu. Dengan adanya informasi tersebut, setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar. Pihak kepolisian pun langsung menciduk Bambang pada Sabtu (13/5) sekitar pukul 01.00 Wita di Dusun Air Anakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana.

Saat dibekuk, pelaku baru datang dari Jawa. Saat pihak kepolisian melakukan penggeledahan terhadap pelaku dan rumah kosnya, pihak kepolisian berhasil menemukan 387 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp100 ribu tahun 2014 bergambar Ir Soekarno dan Hatta. Uang palsu itu di antaranya memiliki nomor seri sama, sehingga baik pelaku maupun barang bukti langsung digiring ke Mapolres Jembrana.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Soaai seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan dukun palsu yang mampu menggandakan uang. Namun, uang yang dihasilkan tersebut merupakan uang palsu. “Dari pengakuan pelaku yang merupakan kuli bangunan ini, mengaku uang palsu tersebut dibuat sendiri di Banyuwangi dengan cara memfotokopi menggunakan printer scanner, lalu dicetak menggunakan kertas HVS biasa dan dipotongnya menggunakan cuter,” terangnya.

Setelah uang tersebut jadi, Bambang mengaku akan menukarkan uang palsu tersebut dengan uang asli dengan bantuan jin melalui proses ritual. Lebih lanjut, Yusak A Soaai mengatakan, selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebanyak 399 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu terdiri dari empat seri yang sama. diamankan pula puluhan lembar kertas HVS yang sudah tercetak uang rupiah palsu, namun belum terpotong masing-masing dengan nominal Rp100 ribu, Rp20 ribu, dan Rp10 ribu dengan jumlah total nilai Rp39 juta.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan pasal 26 ayat (2) tentang penyimpanan secara fi sik dengan cara apapun yang diketahui rupiah palsu. Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denan Rp10 miliar. Junto pasal 26 ayat (3) tentang pengedaran rupiah palsu dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda Rp50 miliar. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!