Penanganan masalah sampah plastik harus masif dan berkelanjutan

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Masalah sampah, utamanya sampah plastik menjadi isu yang sangat diperhatikan oleh komponen pariwisata. Pasalnya sampah tersebut sering menjadi momok yang membuat wisatawan tidak nyaman, serta membuat lingkungan   kotor. Untuk itu Indonesian Hotel General Manager Asossiation (IHGMA) Chapter Bali mulai menjalin sinergitas dengan penggiat kesadaran lingkungan, dalam hal ini trash hero Indonesia. Dimana IHGMA diseluruh Bali akan bersama-sama Trash Hero dalam memerangi sampah, utamanya sampah plastik. “Jika Trash Hero mengadakan acara  di suatu tempat, maka IHGMA chapter disana akan berkontribusi dan bekerjasama untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika ada IHGMA mengadakan acara bersih-bersih maka kita akan mengundang trash hero,”ujar Wakil Ketua DPD IHGMA Bali, I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA Jumat (14/9).

 

Melalui komitmen tersebut, diakuinya IHGMA mengajak masyarakat, untuk lebih peduli lingkungan dan membiasakan tertib hidup bersih. Sebab masalah sampah memerlukan adanya gerakan moral yang masif dan kebersamaan, dalam upaya mengurangi sampah plastik dan bahkan meniadakan sampah plastik. Dengan kerjasama tersebut IHGMA diakuinya berkomitmen untuk terus mengedukasi tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik. “Kita harap masalah kebersihan ini nantinya bisa dimasukkan kedalam kurikulum, sehingga ini menjadi kebiasaan dan ketertiban yang memang harus dibiasakan,”harapnya.

 

Selain hal tersebut, adanya sistem reward dan punishment dirasa perlu diterapkan. Dalam artian hal tersebut dijabarkan dalam bentuk lomba desa, sehingga kesadaran akan menjaga lingkungan ini benar-benar melekat di diri masyarakat. Hal tersebut sekaligus menggiatkan partisipasi, melatih kreatifitas dan inovasi masyarakat, dalam upaya menjaga keasrian, kenyamanan dan ketertiban tempat tinggalnya “Indikator desa yang masih kurang kebersihan ini yang kita intensifkan edukasinya, sekaligus kita informasikan damlak negatif sampah plastik. Ini akan menjadi sarana edukasi dan presure secara moral, agar masalah sampah ini menjadi perhatian bersama bagi Bali,”imbaunya.

 

Diakuinya, Industri Pariwisata utamanya pihak hotel sudah menerapkan Green Concept dan Say No To Plastic dan ini sudah diterapkan sejak lama. Hal tersebut mengikut sertifikasi Green Globe, THK Awards And Accreditation, ISO 9000 dan Proper, yang kesemuanya bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kegiatan yang merusak lingkungan termasuk pengelolaan sampah dan limbah di hotel. Pihaknya terus mengajak khayalak umum, pelajar, mahasiswa, pemerintah dan masyarakat untuk peduli dengan sampah plastik. Dimana upaya tersebut merupakan gerakan moral, yang bertujuan untuk selalu mengingatkan semua pihak untuk selalu peduli sampah dan lingkungan, demi terjaganya destinasi Bali tercinta ini. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!