Pemkab Badung resmi kantongi izin pemanfaatan lapangan Lagoon 

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Perjuangan Pemkab Badung untuk mendapatkan kewenangan untuk pengelolaan lapangan Lagoon telah membuahkan hasil. Berdasarkan surat dari Kementerian Lingkungan Hidup yang ditandatangani oleh Dirjen Kehutanan tertanggal 26 Juli 2018, Kementerian menyetujui permohonan Pemkab Badung untuk diberikan izin pemanfaatan fungsi lapangan Lagoon. Hal itu berarti Pemkab Badung diperbolehkan untuk menata kawasan Lapangan Lagoon dengan luasan 4,9 hektar, milik dari kementerian Kehutanan RI. “Kita sudah merapatkan dengan instansi terkait di Kabupaten Badung, begitu juga dengan Tahura Ngurah Rai, serta biro kehutanan pemprov Bali, untuk segera melakukan langkah lebih lanjut. Dalam minggu ini itu akan dikonsepkan, agar segera ditandatangani perjanjian kerjasama pemanfaatan lapangan Lagoon, antara Pemkab Badung dengan propinsi Bali,”ujar Wabup Badung, Ketut Suiasa disela-sela pembukaan Porsenicam Kecamatan Kutsel, Rabu (8/8).

 

Jika kerjasama tersebut telah disetujui, maka pihaknya baru bisa memikirkan pembangunan seperti apa yang akan dikerjakan nantinya, baik secara fisik dan pranata yang diperlukan. Kedepannya lapangan Lagoon diakuinya akan dijadikan lapangan umum yang lebih representatif, dengan didukung sarana yang dibutuhkan. Tentunya itu tanpa mengurangi fungsi peruntukannya dan kehijauannya, dimana di lapangan itu nantinya juga akan ditata dari aspek pertamanannya. Sehingga bisa tetap hijau, asri dan sebagai pusat rekreasi bagi masyarakat. “Jadi penataan ini akan menjadikan kondisi lapangan lebih menarik dan sebagai daya tarik wisata, ini sekaligus untuk mendukung daya tarik kawasan pariwisata Kutsel. Sehingga bisa dinikmati setiap waktu dan setiap saat,”paparnya.

 

Kendati demikian, DED penataan tersebut diakuinya baru bisa dilakukan tahun 2019, kemudian dilaksanakan pembangunan fisiknya tahun 2020. Namun karena area tersebut akan dipergunakan sebagai salah satu pendukung penyelenggaraan IMF World Bank, maka dalam minggu ini Dinas  PUPR kabupaten Badung sudah ditugaskan untuk segera melakukan tender pengerjannya. Dimana paling tidak akhir Agustus ini penataan sisi depan Lagoon sudah bisa dikerjakan dan ditaget selesai pada bulan September. “Kegiatan penataan fisik itu khusus untuk persiapan daya dukung pelaksanaan IMF World Bank pada bulan Oktober nanti. Lapangan ini sementara akan dimanfaatkan sebagai tempat parkir mobil menteri-menteri dari 130 negara di dunia. Itu akan ditata pada sisi halaman depan lapangan untuk kawasan parkir dan ditata pertamanannya,”pungkasnya.

 

Atas hal tersebut salah seorang tokoh masyarakat Kutsel, Nyoman Karyana mengaku sangat senang dan mengapresiasi perjuangan dari Pemkab Badung, sebab pemanfaatan lapangan Lagoon diakuinya sudah dari dulu menjadi harapan masyarakat Kutsel. Namun ia berharap penataan yang nantinya akan dilakukan Pemkab Badung bisa melibatkan masyarakat Kutsel, utamanya terkait pemanfaatannya nanti. Sebab masyarakat diakuinya juga mempunyai perencanaan yang sudah ditindaklanjuti dibahas bersama dengan Bupati Badung, terkait kepentingan desa adat Bualu dalam pelaksanaan ritual keagamaan. “Disana nantinya kita harapkan ada fasilitas pendukung untuk upacara ngaben dan nyekah masal. Kita harapkan itu bisa terealisasii di tahun 2019. Selain itu kedepan disana agar dibuatkan stadion olahraga yang representatif. Jadi disana kita harap bisa dipergunakan untuk sosial keagamaan masyarakat Bualu, kegiatan masyarakat kelurahan Benoa dan kecamatan Kuta Selatan pada umumnya,”terangnya.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Bendesa Adat Bualu, Wayan Wita, dimana status lapangna Lagoon dan penataan lapangan menjadi hal yang sangat diidamkan masyarakatnya. Sebab fasilitas lapangan di Kutsel sangatlah minim dan itu membuat kesulitan masyarakatnya untuk aktifitas berolahraga dan sebagainya. Pihaknya juga mengaku memerlukan lapangan Lagoon untuk aktifitas keagamaan dan ritual kegiatan yadnya lainnya, seperti untuk Ngaben dan Nyekah masal tiap 3 tahun sekali. Selama ini pihaknya minjam tempat di salah satu ekspertokoan, untuk upacara tersebut. Namun jika itu difungsikan invetor, tentu akan membuat pihaknya kesulitan kedepannya. “Semoga ini bisa segera bisa ditata kembali, tentunya dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti wantilan, toilet dan sebagainya. Sehingga itu bisa dipergunakan untuk aktifitas keolahragaan, rekreasi, adat dan sosial keagamaan,”harapnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!