Pemilu 2018 Libatkan Pemilih Terbanyak Dalam Sejarah Penyelenggaraannya

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Tahun 2018 menjadi tahun pemilu yang luar biasa penting bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Sebab pada pemilu tahun 2018 akan melibatkan jumlah orang atau pemilih terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan pemilukada serentak. Begitu juga akan menghabiskan jumlah uang terbesar dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan pemilu nasional yang bersamaan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Arif Budiman, saat menghadiri acara Doa Bersama “Ngardi Bali Shanti Lan Jagadhita”, serta launcing maskot dan jingle Pilgub Bali 2018, yang dilaksanakan KPU Bali, di Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi) Renon, Denpasar, Sabtu (28/10/2017).

Ia mengungkapkan, Republik Indonesia tengah dalam pertaruhan yang luar biasa besar. Sebab, dengan melibatkan masa yang begitu besar, segala kemungkinan bisa terjadi. Sehingga perlu adanya sinergi dari KPU provinsi serta kabupaten/kota. “Pemilih kita secara nasional itu 192 juta orang, dan 158 juta akan diperebutkan suaranya di tahun 2018. Jadi peran seluruh pihak untuk mensukseskan pemilu ini sangat penting. Karena lebih dari 80% jumlah pemilih secara nasional akan diperebutkan oleh peserta pemilu,” ungkapnya.

Tidak lebih dari setahun kemudian, akan dilakukan kompetisi berikutnya untuk merebut pemilih dalam gelaran Pileg dan Pilpres. Sehingga, siapa yang menang pada 2018, dikatakannya memiliki peluang lebih besar di 2019. Oleh sebab itu, kompetisi 2018 diprediksi akan sangat ketat. “Bangsa Indonesia mempertaruhkan banyak hal di 2018, dari pemilihnya jangan sampai tercerai-berai, jangan sampai black campaign. Jangan sampai isu sara masih digunakan,” sebutnya.

Ia berharap KPU bisa menyelenggarakan pemilu dengan baik. Tidak hanya KPU pusat yang berusaha, tetapi seluruh KPU di daerah ikut berperan dan tidak bekerja sendirian. “Saya selalu meyakinkan teman-teman di provinsi dan kabupaten/kota, bahwa mereka tidak bisa bekerja sendirian, masyarakat tidak bisa menggantungkan harapannya kepada KPU. Maka KPU perlu berkomunikasi dan mendapat dukungan dari banyak pihak,” pesannya.

Arif mengingatkan, pemilihan untuk memilih pemimpin sudah menjadi kesepakatan bersama. Bahkan telah dituangkan dalam Undang-Undang, maka cara yang digunakan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan yang sah dilakukan setiap pemilu. “Saya rasa tidak perlu habis-habisan saat pemilu, begitu juga jangan semua dituangkan saat itu, seperti kemarahan dan kekecewaan, itu tidak perlu. Karena secara regular kegiatan pemilu ini akan tetap digelar,” katanya.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan oleh KPU adalah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, seperti membuat regulasi. Sebab, dalam Undang-Undang sudah diatur dan peraturan KPU sudah ada. Maka KPU Bali maupun KPU provinsi lain diharapkan menuangkannya dalam keputusan-keputusan tentang kegiatan sosialisasi, keputusan tentang jumlah dukungan, dan keputusan tentang tahapan kegiatan.

Selanjutnya adalah dari segi anggaran, agar sudah terpenuhi oleh pemerintah provinsi, begitu juga dari personil juga agat terpenuhi. “Regulasinya selesai, anggarannya selesai, personilnya selesai, dan urusan yang keempat adalah logistik. Karena tidak mungkin pemilu diselenggarakan tapi tidak ada logistik. Namun, untuk ukuran yang keempat belum bisa diukur sekarang, karena proses pengerjaannya baru bisa dikerjakan setelah bulan Januari,” pungkasnya. rah

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Pemilu 2018 Libatkan Pemilih Terbanyak Dalam Sejarah Penyelenggaraannya

  • 03/11/2017 pada 6:44 AM
    Permalink

    予想外に英語を習熟する事がはかどらなくてガッカリしているのが現況なら、考え方を変えてみるのはどうでしょうか?
    それはさておき、凝縮して英語で考える状況を継続して英語脳の育成にアタックしたい方は、周囲の人の同調も高い確率で必須になってくるかもしれません。

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *