Pemesanan Kamar RSUD Buleleng Diduga Ada “Backing”

posbali.id

BULELENG, POS BALI ONLINE – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, khususnya dalam hal penyediaan kamar rawat inap bagi pasien RSUD Buleleng, dinilai sangat amburadul. Kondisi ini diduga diakibatkan adanya oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja memanfaatkan situasi ini dengan membackingi untuk pemesanan kamar. Sehingga, banyak masyarakat yang mengeluh lantaran tidak banyak tersedia kamar rawat inap.

Disisi lain, terbatasanya jumlah kamar rawat inap juga menjadi faktor penyebab banyak masyarakat yang tidak mendapatkan kamar rawat inap di RSUD Buleleng. Bahkan ironisnya, ada sampai berhari-hari pasien yang malah diinapkan di ruang UGD RSUD Buleleng, dengan dalih tidak ada kamar atau kamar penuh.

Maraknya keluhan masyarakat terkait hal ini, menuai keprihatinan dari Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Made Adi Purnawijaya. Politisi Demokrat asal Desa Alasangker ini mengaku dengan menerima banyaknya keluhan masyarakat, dirinya langsung mengambil inisiatif untuk melakukan sidak ke RSUD Buleleng, untuk meninjau kondisi kamar rawat inap pasien. Bahkan diakuinya, bukan saja masyarakat luar yang merasakan hal ini. Adi Purnawijaya pun mengungkapkan, kejadian ini juga menimpa keluarganya.

“Tadi saya sudah cek, sementara sangat memprihatinkan, terutama UGD dan kamar. Ini bukan saja masyarakat mengalami, saya juga. Saya sudah pesan kamar 5 hari lalu, dan kini masih di ICU. Setelah dicek, ternyata beberapa hari ini malah banyak masuk. Kenapa saya yang sudah lama memesan, tidak diberikan peluang? Padahal kan sama-sama membayar. Jangan berbicara saya dewan atau bagaimana, ini masalah administrasi pelayanan,” kata Adi Purnawijaya, Selasa (9/8) di ruang kerjanya.

Lanjut dia, dari hasil sidak yang dilakukan, dirinya sempat melakukan koordinasi dengan Kabag Pelayanan RSUD Buleleng. Dari koordinasi itu Kabag Pelayanan mengakui, jika memang ada staf yang diberikan mandat mengurusi kamar merasa punya “backing”. Ia pun enggan menyebutkan, backing yang dimaksud tersebut.

“Jangan sampai ketakutan kami seperti ada makelar kamar di sana, ini ketakutan kami, karena kenapa orang-orang tertentu yang bisa masuk. Masyarakat kecil butuh pelayanan yang baik. Kalau pelayanan tidak baik, bagaimana ke depannya karena ini taruhan nyawa,” papar Adi.

Adi pun mengaku akan segera menyampaikan kondisi ini kepada Komisi IV DPRD Buleleng yang membawahi bidang kesehatan untuk segera menindaklanjuti kondisi ini. Tujuannya, agar pelayanan medis bagi masyarakat bisa berjalan dengan baik. “Kami akan sampaikan ke Komisi IV, biar ada perbaikan ini. Kami selaku wakil rakyat, harus membela rakyat. Masyarakat banyak mengeluh saat ini. Selain itu, tempat dan kondisi yang tidak memadai. Ini perlu pemahaman mana yang harus diprioritaskan,” tandas Adi. 018

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!