Pemekaran Kabupaten Buleleng

posbali.id

Gagasan Diapresiasi, PHDI Nilai Belum Waktunya

 

Ngurah Arik Suharsana

WACANA pemekaran kabupaten Buleleng menjadi 2 daerah otonomi yakni, kota Singaraja dan kabupaten Buleleng, mendapatkan apresiasi sejumlah kalangan. Namun meski mendapat respon positif, wacana tersebut mesti dipertimbangkan secara komprehensif dengan memperhatikan aspirasi masyarakat Buleleng.

Kajian yang komperehensif ini memang perlu dilakukan. Mengingat, saat ini Kabupaten Buleleng merupakan salah satu kabupaten yang masih berkembang, sehingga untuk saat ini wacana pemekaran kabupaten Buleleng, belum waktunya.

Ketua PHDI Kabupaten Buleleng, Dewa Nyoman Suardana menyatakan, untuk saat ini wacana pemekaran kabupaten Buleleng tidak etis di tengah pemerintah yang sedang berusaha keras untuk memajukan pertumbuhan pembangunan di Buleleng. ‘’Yang terpenting sekarang, bagaimana kita semua memajukan kabupaten Buleleng. Kalau saya pikir, wacana pemekaran itu terlalu dini untuk saat ini. Kalau nanti mungkin, seiring dengan kemajuan Buleleng. Sekarang Buleleng ini, kan masih kabupaten yang baru mulai berkembang. Jadi masyarakat, belum kepikiran ke sana,” ujar Dewa Suardana, Senin (29/5).

Dikatakan Dewa Suardana, ada beberapa daerah yang melakukan pemekaran dan kini mengalami kemajuan pesat di bidang perekonomian dan pembangunan.

Namun menurutnya, proses pemekaran wilayah itu sudah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya dengan mempertimbangkan beberapa aspek. “Biarkan dulu kabupaten Buleleng seperti sekarang. Saya takutkan nanti kalau itu terjadi, akan ada saya orang Singaraja dan saya orang Buleleng, karena orang Buleleng saat ini masih satu,” jelas Dewa Suardana.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Buleleng, Muliadi Putra. Ia menyambut baik, wacana pemekaran kabupaten terluas di Bali ini. Hanya saja, pemekaran daerah harus memiliki jumlah penduduk minimal 1 juta. Namun, saat ini jumlah penduduk di Buleleng masih berkisar 800 ribu lebih penduduk.

“Saya rasa belum saatnya (Pemekaran Kabupaten Buleleng, red). Karena kita lihat dahulu jumlah penduduknya, kan masih kurang dari 1 juta, kalau wilayah ok, lah. Artinya, kalau sekarang berbicara pemekaran, masih belum waktunya untuk wilayah Buleleng,” kata Muliadi Putra.

Ketua DPC PPP Buleleng menyatakan, tidak menutup kemungkinan, ke depan rencana pemekaran Kabupaten Buleleng akan terjadi. Itu pun bisa terjadi, menurut anggota DPRD Buleleng Dapil Gerokgak ini, seiring perkembangan dan pertumbuhan penduduk di kabupaten Buleleng pada tahun-tahun berikutnya.

“Seiring perjalanan waktu, nanti pasti penduduk di Buleleng meningkat yang diiringi dengan peningkatan sisi lainnya dan sebagainya. Kalau itu terjadi dan memang diperlukan, itu harus mulai dipertimbangkan (Pemekaran, red) tapi itu di masa mendatang,” jelas Muliadi Putra.

Dikatakannya juga, sejauh ini ia belum melihat adanya keinginan masyarakat ke arah pemekaran Kabupaten Buleleng. Meskipun wacana itu, sudah sempat muncul beberapa tahun lalu. “Kalau ide pemekaran ini, kan baru sebatas wacana di atas saja. Kalau masyarakat dari saya sering turun, saya melihat masih belum ada menginginkan itu,” jelas Muliadi Putra.

Hanya saja, saat ini masyarakat malah menginginkan pelayanan cepat dan menjangkau masyarakat yang tinggal di pelosok-pelosok pedesaan, utamanya pelayanan kesehatan dan pendidikan. “Mereka ingin pelayanan dekat dengan masyarakat, menjangkau warga yang tinggal di pelosok desa. Kalau itu berhasil, itu luar biasa. Artinya, saat ini pelayanan yang dekatlah saat ini yang diperlukan masyarakat,” pungkas Muliadi Putra. **

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Pemekaran Kabupaten Buleleng

  • 11/11/2018 pada 9:53 AM
    Permalink

    Last week plans were announced by league officials to play a match across the Atlantic as part of a new 15-year partnership with sports and entertainment group Relevant. Lionel Messi to join other La Liga captains to lead battle against a game being played in the United States

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!