Pemasangan reklame Neon Box di Taman Underpass Dewa Ruci jadi polemik

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Keberadaan neon box bertuliskan ‘Karena XL Bisa’ yang terpasang di taman underpass Simpang Dewa Ruci, tepatnya di titik atas gerbang Underpass, Rabu (17/10) terlihat ditutup kain hitam. Penutupan tersebut diketahui dilakukan oleh pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII. Sebab pada Perbup Badung Nomor 80 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame di Kabupaten Badung, didalamnya menerangkan Taman Patung Dewa Ruci dan kawasan underpass adalah dua lokasi yang termasuk kawasan penyelenggaraan reklame kendali ketat. “Ketika saya dapat info dari pengawas. Lalu saya langsung perintahkan untuk menyetop kegiatan itu dan tutup pakai kain hitam. Karena tidak pernah ada koordinasi pada kami. Mohon izin pun tidak pernah,”terang PPK Simpang Dewa Ruci BBPJN Wilayah VIII, IB Made Artamana.

 

Dipaparkannya mengacu pada Perbup Badung no 80 tahun 2014, keberadaan Taman Patung Dewa Ruci hanya boleh dipasangi reklame-reklame non komersial. Seperti reklame layanan masyarakat, ataupun yang berkaitan dengan event-event kenegaraan. Selain reklame tersebut, hal itu tentunya tidak diakomodir adanya. Namun memang dalam aturan tersebut, juga dikatakan bahwa pemasangan reklame haruslah mendapat restu dari pemilik lahan. Sayangnya selaku pemilik aset, pihaknya di Kementerian PU tidak pernah diajak berkoordinasi.

 

Kendati diketahuinya pemasangan reklame tersebut sudah dikoordinasikan ke Pemkab Badung, melalui DLHK Badung. Namun pemilik reklame harus tetap berkomunikasi dan koordinasi dengan pihaknya di Balai Jalan. Sebab mengacu pada Permen PU Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan, tentu ada mekanisme tertentu berkaitan dengan pemanfaatan bagian-bagian jalan selain untuk peruntukannya. Salah satunya adalah izin dari kepala balai, seperti izin penempatan dan izin sewa.  “Itulah makanya berkaitan dengan kejadian sekarang ini kami sebut bahwa itu belum ada izinnya. Yaitu izin sewa tanah milik negara, sehingga menjadi PNBP negara. Dan izin penempatan, yang berkaitan juga dengan masalah savety-nya. Jadi kain penutup itu akan kami buka setelah jelas peruntukan sesuatu yang mirip iklan tersebut. Atau sampai si pemiliknya selesai mengurus izin sesuai peraturan yang berlaku di daerah maupun Permen PU 20,” tegasnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLHK Kabupaten Badung, Putu Eka Merthawan menerangkan terpasangnya neon box tersebut memang sudah masuk dalam perjanjian kerjasama antara pemilik reklame dengan Pemkab Badung.  Hal tersebut dalam rangka kerjasama penataan tiga patung besar di wilayah Kabupaten Badung, melalui penggunaan dana CSR. Bahkan pertemuan dengan pihak terkait sudah mendapat izin dari Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, terkait persiapan IMF-WB. Atas pertimbangan itulah, pihak terkait diberikan kesempatan untuk memasang neon box semacam itu. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!