Pelaku Penebasan Anggota TNI Diduga Residivis

posbali.id

BULELENG, POS BALI ONLINE – Pasca penebasan yang dialami salah seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Anggota Denma Kodam IX Udayana, Pratu Gede Arya Yasa Mataram (37), masih terus didalami Unit Reskrim Polsek Sukasada.

Informasi yang dihimpun di Mapolsek Sukasada, Rabu (19/7), pelaku penebasan diduga berinisial G alias Cesper, seorang residivis yang baru 2 bulan lalu keluar dari LP Tabanan. “Memang kami sempat mencari ke rumahnya, tapi si Cesper ini sudah tidak ada. Si Cesper itu dari Pegayaman, dan memang baru keluar dari penjara di Tabanan,” ujar salah seorang anggota Polsek Sukasada.

Sementara dari hasil penelusuran diketahui, sebelum kejadian naas ini terjadi, pelaku Cesper sempat minum-minuman keras di sebuah Cafe Sahabat yang jaraknya 700 meter dari lokasi kejadian. Usai minum di tempat itu, pelaku kemudian membeli sebotol tuak yang kemudian diminumnya di warung Bunga.

“Dia (pelaku, red) sempat membawa botol minuman berisi tuak ke warung Bunga. Setelah itu, dia minta dilayani oleh waitrisnya. Namun waitrisnya menolak. Dia marah-marah dan berteriak kalau dia itu, seorang pembunuh dari Pegayaman bernama Cesper,” sambung pedagang di warung itu.

Mendengar ucapan Desa Pegayaman itulah, Pratu Yasa kemudian bertanya kepada Cesper, apa mengenal Sofi yang tak lain merupakan pecatan anggota TNI. Yang kemudian dijawab Cesper, kenal yang tak lain masih keluarganya. “Setelah itu saya nggak tahu lagi, bagaimana kelanjutannya, kok tiba-tiba anggota TNI itu ditebas,” imbuh pedagang itu.

Dikonfi rmasi Kapolsek Sukasada, Kompol. Darmita mengatakan, saat ini G alias Cesper yang diduga sebagai pelaku penebasan anggota TNI masih sebatas dugaan. Sebab, hingga saat ini G masih meninggalkan rumah bersamaan dengan muncul kasus penebasan ini. “Itu masih dugaan sementara, karena ciri-ciri yang disebutkan saksi mengarah ke G. Saat kami cari di kediamannya, G malah tidak ada di rumah. Keluarganya mengaku, tidak pernah bertemu G, soalnya G baru keluar dari Lapas Tabanan,” ujar Kapolsek Darmita.

Menurut Darmita, saat ini proses penyelidikan kasus ini menemukan kendala. Ia pun tidak menampik, jika warga di Desa Pegayaman sangat sulit memberikan keterangan lebih dalam asal usul G. Bukan itu saja, pihaknya juga telah memanggil Sofi untuk dimintai keterangan. Anehnya, kata dia, Sofi justru mengaku tidak mengenal G alias Cesper apalagi memiliki hubungan darah dengan pelaku.

“Semua warga tutup mulut. Mereka mengaku tidak ada yang tahu dengan G. Dan tidak pernah melihat G. Di sana memang seperti itu, semua tahu bagaimana situasi di sana. Terus kami mintai keterangan Sofi, Sofi malah marah. Katanya, kok namanya dibawa-bawa oleh pelaku. Sofi tidak memiliki hubungan saudara dengan pelaku. Bahkan Sofi sendiri ingin membantu kami dalam mencari keberadaan pelaku,” terangnya.

Untuk mengungkap kasus ini sekaligus menangkap pelaku, Unit Reskrim Polsek Sukasada bekerjasama dengan Satreskrim Polres Buleleng membantu mencari keberadaan G. “Saya belum bisa berkomentar jauh.. Karena kasusnya juga sudah diserahkan ke Polres. Dari polsek hanya sebatas membenarkan adanya kejadian dan melakukan olah TKP,” pungkas Darmita.

Sebagaimana diberitakan, Anggota Denma Kodam IX Udayana, Pratu Gede Arya Yasa Mataram (37) yang merupakan warga lingkungan Lumbanan, Sukasada, Buleleng, Senin (17/7) lalu sekitar pukul 22.30 wita malam di halaman luar warung tuak Bunga di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng ditebas oleh orang yang tak dikenal. 018

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!