Pelaksanan pengamanan dan pengaturan lalin di Kuta jelang pergantian tahun cukup krodit

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Pelaksanaan pengamanan dan pengaturan lalin di Kuta jelang akhir tahun ini bisa dibilang cukup krodit. Pasalnya selain perayaan pergantian tahun baru yang selalu di pusatkan di Pantai Kuta, kali ini moment tahun baru di Kuta akan spektakuler. Hal tersebut seiring dengan rencana bupati Badung, terkait pesta kembang api yang diluncurkan dari ditengah laut dan laser di Pantai Kuta. Hal tersebut semakin krodit karena beberapa ruas jalan di kecamatan Kuta akan ditutup terkait dengan piodalan pura desa, seperti di jalan Camplung Tanduk Seminyak.

 

Namun sebelum itu terjadi, pengaturan lalin dan kemanan di Kuta akan dimulai dari hari ini, terkait dengan pelaksanaan upacara ‘Nangluk Mrana desa Adat Kuta’. Disusul perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang berbarengan dengan perayaan hari Natal. Ditambah upacara lain dari masing-masing desa adat di wilayah Kecamatan Kuta. Untuk meminimalisir dampak tersebut, Rabu (5/12) Camat bersama Tripika Kuta melaksanakan Rapat Koordinasi dan tatap muka Kapolresta Denpasar dengan Tomas, Toga, Todat dan instansi terkait dalam rangka PAM Natal, Galungan dan Kuningan serta Tahun Baru 2019, serta menciptakan tahapan pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kuta.

 

Bendesa adat Kuta Wayan Wasista menerangkan, terkait dengan hal tersebut pihaknya akan menerjunkan seluruh pengamanan desa adat, untuk bersama-sama dengan pamswakarsa, linmas, Dishub Badung, Pol PP dan TNI, Polri, untuk mengamankan pelaksanaan persembahyangan dan perayaan hari raya keagamaan di Kuta serta perayaan pergantian tahun. Pihaknya mewanti-wanti agar kepada pengunjung pantai dan wisatawan hotel, agar tidak membawa kendaraan ke jalan pantai Kuta jelang moment pergantian tahun. Hal tersebut berkaca pada evaluasi tahun lalu, dimana masih banyak diketanukan adanya kendaraan di jalan pantai Kuta saat pergantian tahun. Dimana hal itu justru membuat situasi pergantian tahun di Kuta malah krodit. “Jumlah kendaraan yang masuk ke jalan pantai itu perlu dikurangi atau diminimalisir. Tahun lalu di jalan Legian malah ojek yang banyak nangkring. Begitu juga taksi di depan sky garden yang berderet menunggu tamu. Saya harap di depan sky garden ada pos pengaturannya, jangan sampai ada taksi nongkrong ditengah jalan dan taksi online. Sebab ini membuat arus lalulintas sangat krodit,”harap Wasista.

 

Perayaan moment pergantian tahun baru dengan peluncuran kembang api ditengah laut serta laser, diakuinya tentu akan membuat animo wisatawan dan masyarakat sangat tinggi berkunjung ke Kuta saat itu. Apalagi hal tersebut merupakan hal yang pertama kali terjadi di Bali dan Kuta, yang notabene selalu dipadati wisatawan. Untuk itu kendaraan pengunjung diharapkan agar ditempatkan pada kantong parkir diluar jalan pantai Kuta. Selain itu jalan jalur tikus menuju ke bandara, dinilainya perlu diperkuat adanya. Sebab berkaca pada perayaan tahun baru sebelumnya, persimpangan di jalur tikus sering memicu kekroditan saat itu. “Pedagang kembang api kita tegaskan tetap dilarang, apalagi dengan diameter besar. Kita atensi ini dengan sweping. Kita juga himbau agar jangan meledakkan kembang api sebelum tahun baru, sebab ini berpotensi menganggu kenyamanan. Nanti penyalaan kembang api difokus di pantai Kuta, bersama dengan pemkab Badung,”jelasnya.

 

Plt Camat Kuta, Made Widiana dari serangkaian perayaan hari galungan dan kuningan serta natal dan perayaan tahun baru, yang paling krodit adalah di perayaan malam tahun baru. Dimana moment perayaan tahun baru berhimpitan dengan kegiatan keagamaan di Hindu, terkait odalan di Pura Desa yang notabene ada dipinggir jalan dan akan memanfaatkan space jalan. Untuk itu diperlukan pengaturan dan manajemen lalin kedepannya, termasuk di jalan yang diharapkanan agar dijadikan satu arah seperti jalan Nakula Legian. Pasalnya selama ini jalan nakula sering krodit akibat gang baik-baik dilalui 2 arah arus lalin. “Nanti kita akan mantapkan ini bersama dinas perhubungan dan Polsek, supaya mendapatkan penanganan dari dinas terkait, utamanya dinas teknis dengan personil yang lebih banyak. Begitu juga terkait manajemen parkirnya, agar akses jalan menuju pantai Kuta, Legian dan Seminyak benar-benar steril,”ujar Widiana.

 

Selain itu, pihaknya juga akan mematangkan koordinasi dengan pihak hotel di Kuta. Terkait antar jemput tamu hotel dan jadwal chek in dan chek out wisatawan pada saat moment pergantian tahun. Pihak hotel diminta mematangkan manajemen penerimaan tamu hotel sebelum penutupan jalan, terkait perayaan moment pergantian tahun. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!