Pegiat Seni dan Budaya : Penamaan Bandara dengan Nama Tokoh Hal Lazim

posbali.id

MATARAM, POSBALI.ID – Penamaan bandar udara atau bandara, atau tempat-tempat strategis lainnya dengan nama figur lokal yang berjasa besar bagi masyarakatnya terlebih mendapat gelar pahlawan nasional sudah menjadi kelaziman di berbagai daerah.

Karakteristik figur setempat yang bisa mewakili  nilai-nilai yang dianut sebagian besar masyarakatnya, akan memberi kebanggaan pada masyarakat tersebut.

 

“Masyarakat luar secara tidak langsung diberi tahu, bahwa ada anak bangsa di daerah itu telah berkontribusi atau berjasa pada bangsa dan Negara, “ kata salah seorang budayawan asal Jakarta, Bambang  Wahyudin di Mataram, Minggu (16/9).

 

Dia lantas memberi contoh, nama Bandara Soekarno-Hatta di wilayah ibukota, Bandara Adi Soecipto di Jawa Tengah, Bandara Ngurah Rai di Bali atau Bandara Hang Nadim di Batam serta di daerah-daerah lainnya. Selain inspiratif, penamaan itu juga memberi makna khusus. “Nama Bandara Zainuddin Abdul Majid atau ZAM di Lombok Tengah, menurut saya lebih memberi makna khusus dari sekedar nama daerah. Kalau saya malah mengusulkan, sebutan tuan guru harus disertakan agar identitas Lombok-nya lebih jelas,“ ujar pria yang saat ini menjadi relawan korban Gempa Bumi di KLU tersebut.

 

Saat ditanya pendapatnya terkait penolakan masyarakat Lombok Tengah atas penggantian nama bandara, Bambang enggan menanggapi.  Ia hanya balik bertanya, apakah gelar pahlawan nasional yang bersangkutan dianggap cacat.

 

Sementara itu, Ahmad Zain, salah seorang budayan asal Kendari yang datang ke Lombok dalam program yang sama menambahkan, kecenderungan penggantian nama bandara dengan nama figur pahlawan nasional dari daerah yang bersangkutan. Misalnya, Pemprov Jawa Barat yang saat itu masih dipimpin Gubernur Heryawan pengusulkan mengajukan nama Bandara Internasional Abdul Halim ke pemerintah pusat. Abdul Halim merupakan tokoh perjuangan asal Majalengka Jawa Barat, dan telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

 

Semula namanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang terletak di Kertajati, Majalengka, di Provinsi Jawa Barat. “Usulan nama pahlawan nasional itu jelas bermaksud memberi apresiasi tinggi pada figur lokal yang jelas-jelas berjasa pada bangsa dan negara, serta nyata jasa-jasa yang diperbuat untuk masyarakatnya,“ jelasnya.

 

Dijelaskannya, pemerintah menetapkan figur lokal menjadi pahlawan nasional prosesnya panjang dan tidak mudah. Banyak tahapan-tahapan yang harus dilalui, dan harus didukung fakta-fakta yang diakui masyarakatnya. “Begitu seorang tokoh mendapat gelar kepahlawanan, keluarganya mendapat kehormatan diundang ke Istana Negara. Ini penghargaan dari Negara. Dari masyarakatnya, ya salah satunya mengabadikan nama pahlawan itu menjadi nama tempat-tempat yang strategis yang dikunjungi atau menjadi lintasan banyak orang, “ jelas Ahmad Zain.

 

Namun diakuinya, sering terjadi pro dan kontra terkait penamaan bandara,jalan, atau bahkan nama rumah sakit.  Ahmad juga tak mau berkomentar atas protes yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat Lombok Tengah terkait penggan nama International Lombok Airport (LIA)n menjadi ZAM. “Saya tak memahami soal protes itu. Saya hanya ingat kata Bung Karno, bangsa yang besar adalah yang bisa menghormati pahlawannya, “ pungkasnya kemudian. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

3 tanggapan untuk “Pegiat Seni dan Budaya : Penamaan Bandara dengan Nama Tokoh Hal Lazim

  • 23/10/2018 pada 1:55 AM
    Permalink

    FineScan 會在肌膚上製造數以千計的細小深入傷口,即所謂的顯微加熱區(microthermal zone),但要確保每次治療時皆有部份組織不受能量影響,於是,每一個顯微加熱區的作用雖然強烈而明顯,但周圍都包覆著正常且結構完整的皮膚組織,使傷口能在短時間內癒合,並替換之前有缺陷的受損組織。Finescan不僅可讓表皮新生,更可促進深層膠原再生,從內而外徹底喚醒細胞,瞬時找回年輕時的肌膚狀態。憑藉最新的雙軸技術,FINESCAN 6可治療 – 面部 – 頸部 – 暗瘡凹凸洞 – 增生性疤痕

    Balas
  • 28/10/2018 pada 11:47 PM
    Permalink

    Hmm it looks like your blog ate my first comment (it was extremely long) so I guess I’ll just sum it up what I submitted and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I as well am an aspiring blog blogger but I’m still new to everything. Do you have any suggestions for novice blog writers? I’d really appreciate it.

    Balas
  • 10/11/2018 pada 12:13 AM
    Permalink

    Republic of Ireland manager Martin O’Neill will not gag assistant Roy Keane before his first meeting with the media but he is planning to impose new guidelines on his players using Twitter. O’Neill: I’m not going to muzzle Keane… but I’ll get a grip on tweet frenzy

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!