PDIP NTB Atensi Prestasi Lalu Muhammad Zohri

posbali.id

MATARAM, POSBALI.ID – Menjadi anak desa bukan berarti  tidak bisa berprestasi atau melanglang buana. Bahkan tak jarang, anak-anak desa  ini bisa mencetak prestasi kelas dunia. Kondisi ini sangat tepat menggambarkan prestasi gemilang yang ditorehkan Lalu Muhammad Zohri atlet atletik Indonesia yang meraih emas di nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang digelar di Tempere, Finlandia.

Sebabnya, capaian warga desa Karang Pansor, kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Lombok Utara (KLU) bukan tanpa perjuangan. Itu menyusul, anak yatim-piatu itu harus rela meminjam dana dari gurunya. Yakni, ibu Rosidah sebesar Rp 100 ribu sekadar bisa berangkat mengikuti kejuaraan tersebut.

Ketua DPD PDIP NTB H. Rahmat Hidayat mengaku bangga atas prestasi fenomenal yang ditorehkan warga KLU itu. “Atas nama partai (PDIP NTB), saya merasa sangat bangga dengan perjuangan dan pencapaian Zohri, karena menjadi bukti bahwa putra-putri bangsa Indonesia telah mampu berbuat lebih di arena olahraga internasional meski ditengah ketrebatasan yang ia miliki,” ujar Rahmat menjawab POS BALI, Jumat (13/7) kemarin.

Ia mengapresiasi torehan prestasi yang diraih Lalu Muhamad Zohri itu layak diatensi oleh siapapun. Apalagi, ia berjuang sendiri ditengah minimnya kepedulian dari pemda KLU dan pemprov NTB.

Namun lantaran, kegigihannya berjuang dengan dibantu sang guru, Zohri mampu menunjukkan pada siapapun, bahwasanya keterbatasan bukan menjadi masalah dan halangan bagi mereka yang mau bekerja keras.

Menurut Rahmat, potret keberhasilan Lalu Muhamad Zuhri adalah sejarah baru sekaligus pertama kali atlet Indonesia meraih emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Oleh karena itu, pihaknya mengatensi semangat kerja keras dan pantang menyerah yang dimiliki anak yatim-piatu itu.

“Sangat aneh, Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak. Pertanyaanya, kemana Pemkab KLU dan Pemprov NTB selama ini, kok baru sekarang ikut bersuara atas prestasi atletnya. Sungguh saya miris, Lalu Muhammad Zohri terlihat dibiarkan berjuang sendiri dengan bantuan gurunya. Tapi, begitu dia berprestasi, terus mau main klaim kayak sekarang ini,” tegas Anggota DPR RI itu seraya berterima kasih pada ibu Rosida selaku guru Lalu Muhamad Zuhri.

Zohri berhasil mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat dengan mencatatkan waktu 10,18 detik. Ia unggul tipis dari Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik.

Pencapaian Zohri ini merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, Indonesia mencatatkan prestasi terbaik di nomor lari 100 meter pada kejuaraan yang sama di tahun 1986 dengan mencapai finis ke-8 di babak penyisihan.

Rahmat berharap prestasi yang diraih Zohri semakin memicu semangat para generasi muda di NTB agar jangan lagi mengeluh ditengah keterbatasan dan minimnya bantuan dari pemda NTB.

Ia mengaku, kondisi minimnya bantuan dan perhatian pemprov NTB masih banyak diterima para atlet lainnya di NTB. Untuk itu, sosok Lalu Muhamad Zuhri salah satu potret sukses anak desa yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional yang harus banyak ditiru dan digugu oleh para generasi muda saat ini.

“Insya Allah, yakinlah jika kita mau berjuang keras dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, maka Allah akan membantu niat kita. Contohnya si Lalu Muhamad Zuhri itu, siapa sangka anak muda yang selama ini tidak dilirik oleh siapapun, tapi berkat tekadnya untuk bisa berprestasi, ia mampu menunjukkan pada dunia jika anak desa yang punya keterbatasan mampu berbicara di kancah internasional,” tandas Rahmat Hidayat.

Rahmat juga berharap prestasi yang diraih menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain saat gelaran Asian Games pada Agustus 2018 mendatang. “Saya mendorong pemerintah dan para pembina olahraga, untuk memberikan sambutan khusus kepada Zohri, pada saat yang bersangkutan tiba kembali di Tanah Air,” kata Rahmat.

“Selain itu, juga perlu dipertimbangkan pemberian penghargaan apa saja yang layak diberikan,” tambahnya.

Lalu Muhammad Zohri yang lahir 1 Juli  tahun 2000 ini mengaku siap untuk bertanding di Asian Games ke-18 yang akan diselenggarakan di Jakarta-Palembang bulan depan. Atlet asal Lombok Utara NTB ini akan memberikan performa terbaiknya pada ajang olahraga yang digelar di Indonesia Agustus mendatang.

“Saya sangat gembira dengan catatan waktu terbaik saya dan rekor junior nasional. Sekarang, saya akan mempersiapkan diri untuk Asian Games bulan depan,” kata Zohri yang dikutip di situs resmi Federasi Atletik Dunia (IAAF). 031

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!