PDAM Mangutama diminta kontrol ketat pengerjaan proyeknya, kerap timbulkan keluhan masyarakat

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Ruas jalan raya Uluwatu Kedonganan belakangan ini mendapatkan sorotan oleh masyarakat sekitar. Mulai dari simpang RS Kasih Ibu Kedonganan, hingga dekat arwa Catus Pata desa Kelan. Dimana jalan dua arah yang relatif sempit, namun padat dilalui kendaraan itu terdapat bekas tambalan galian PDAM Tirta Mangutama Badung. Sayangnya material tambalan galian yang menyisir dipinggir badan jalan tersebut berserakan ke jalan. “Saya kurang paham SOP kerja pihak terkait, kok terkesan ‘mrenges’ sekali. Apa ini karena kurang kontrol apa bagaimana saya juga tidak tahu. Tapi yang jelas ini perlu diatensi, sebab menimbulkan keluhan masyarakat,”ujar salah seorang tokoh pemuda Kedonganan, Made Indra Wijaya Rabu (11/4).

 

Dipaparkannya keluhan tersebut kebanyakan berasal dari pengendara, mereka mengeluhkan material krikil bekas tambalan galian itu berserakan ke jalan. Sehingga hal itu akan membahayakan pengendara, karena jalannya licin. Terlebih lagi bekas material tambalan tersebut ada yang sudah tergerus, sehingga meninbulkan jarak antara badan galian dengan badan jalan. “Memang space jarak itu tidak terlalu, tapi kalau pengendara tidak hati-hati tentu ini akan terjadi potensi kecelakaan. Apalagi kalau malam hari, tentu akan semakin rawan lakalantas kondisinya,”paparnya.

 

Karena itu pihak PDAM selaku pemilik proyek, diharapkan benar-bana mengatensi masalah tersebut.  Jangan sampai setelah pengendara menjadi korban, baru hal tersebut diatensi. Hal tersebut lantaran jalan itu relatif padat kondisi arus lalinnya. Ia berharap PDAM bisa lebih mempetimbangkan aspek keselamatan dalam melakukan penggalian, dalam artian selesai beberapa meter maka jalan langsung diaspal. “Selesaikan dulu satu titik baru beranjak ke titik yang lainya. Kalau ini terkesan proyek diambil sekalian, sehingga pengaspalan tidak bisa dilakukan pada titik yang telah selesai dikerjakan,”sentilnya.

 

Sementara Direktur Tekhnik PDAM Tirta Mangutama, Wayan Suyasa membenarkan bahwa proyek tersebut memang milik PDAM. Dimana hal tersebut merupakan bekas galian ukuran niaga, yang untuk mensuplai air PDAM ke bandara terkait rencana perluasan bandara. Pihaknya berterimakasih atas adanya masukan warga terkait pengerjan tersebut, sehingga pihaknya bisa mengevaluasi kinerja staff atau kinerja rekanan dibawah agar bekerja sesuai SOP. “Sudah dikontek pemborongnya untuk memasang rambu. Nanti akan saya akan cek lagi ke lapangan,”ujarnya.

 

Diakuinya kemarin malam pihaknya memang berencana akan melakukan interkoneksi dibujung pertigan kasih ibu kedonganan. Sehingga layanan air bersih di titik tersebut kemungkiban akan dimatikan sementara. Jika interkoneksi sudahh selesai, maka pihaknya akan segera mengaspal. Pihaknya akan segera mengatensi hal itu supaya tidak memakan korban jiwa. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *