Patung Budha Amogasidhi bernuansa alam setinggi 6 meter hiasi depan Candi bentar Nusa Dua

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Sebuah Patung Budha dengan tinggi 6 meter dan terbuat rotan yang dirajut dengan motif tidak beraturan menyerupai benang kusut, yang didalamnya berisi rangka besi Minggu (10/6) terlihat menghiasi depan Candi Gapura pintu masuk kawasan The Nusa Dua ITDC. Hal tersebut membuat pintu utama kawasan pariwisata yang memiliki sekitar 5200 kamar hotel berbintang ini, semakin variatif dan atraktif. Pasalnya sebelumnya lokasi tersebut beberapa kali juga sempat dihiasi dengan ornamen lain, seperti pohon natal raksasa dari ranting pohin, patung Anjing kayu raksasa, dan biorama melasti sesuai dengan tematik perayaan hari besar keagamaan.

 

Kepala Divisi Operasi The Nusa Dua, Pari Wijaya dikonfirmasi Sabtu (9/6/),  pembuatan ornamen tersebut merupakan bentuk penghormatan dan toleransi antar umat beragama. Dimana toleransi merupakan kunci dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama, antar warga, sekaligus menjadi daya tarik baru bagi kawasan Nusa Dua. “Ornamen ini secara rutin dibuat, untuk ikut menyambut perayaan hari raya besar keagamaan. Pada akhir Mei lalu kami selaku pengelola The Nusa Dua menyambut Hari Raya Waisak pada tanggal 29 Mei 2018, Hari Raya Galungan pada tanggal 30 Mei 2018 dan Hari Raya Kuningan pada Tanggal 9 Juni 2018,”ujar Pariwijaya.

 

Terkait dengan patung budha tersebut, diakuinya hal tersebut adalah merefleksikan patung Budha Amoghasidhi yang berarti menenangkan utara. Beliau melambangkan menarik mahluk-mahluk hidup agar terlepas, tidak terkena penderitaan. Dengan demikian beliau dapat memperoleh dan mengumpulkan jasa-jasa kebaikan. Melalui hal tersebut ia juga berharap kebaikan tersebut akan membuat hubungan antar warga dan masyararakat terjaga dengan baik. “Ornamen kreatif dan inovatif ini dibuat oleh seniman Putu Surdana dari Gianyar,”tegasnya

 

Tidak hanya itu saja, wisatawan juga diajak untuk merasakan aura perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, dengan mempersiapkan penjor (bambu melengkung dihias dengan janur atau daun ental). Dimana disetiap pintu masuk kawasan, mereka akan disambut dengn penjor Agung perlengkapan upacara dan disepanjang akses utama terlihat deretan 30 penjor disisi kanan dan kiri sehingga tercipta suasana Desa-desa di Bali dan dibalut indahnya Taman dikawasan The Nusa Dua. Penjor bermakna sebagai wujud syukur atas kemakmuran yang dilimpahkan oleh sang pencipta. Sehingga dalam penjor galungan ini juga dipasang berupa hasil bumi. Diantaranya adalah padi, kelapa, palawija dan sejumlah hasil bumi lainnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!