Pastika Apresiasi Tawaran Kerjasama Penanggulangan Bencana

posbali.id

GUBENUR Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi tawaran kerjasama pemerintah Australia dengan Pemerintah Provinsi Bali di bidang penanggulangan bencana dan trauma.

Hal itu disampaikannya ketika menerima audiensi dari Crisis Management Assesment Team (CMAT) yang didampingi oleh Konsulat Jenderal Australia Helena Studdert di kantornya, Kamis (18/7).

Menanggapi kerjasama yang ditawarkan yang berfokus pada penanganan trauma akibat bencana alam maupun kemanusiaan, Gubernur Pastika mennyampaikan bahwa Bali sangat membutuhkan SDM yang ahli dalam penanganan trauma mengingat pulau kecil ini masih menjadi target teroris. “Kita tentu saja tidak menginginkan mimpi buruk itu terjadi lagi di Bali, kita terus upayakan tingkatkan keamanan, namun disaat dibutuhkan kami harap kami semua sudah siap,” ujarnya.

Selain bencana yang diakibatkan oleh faktor manusia, Pastika juga menyampaikan Bali saat ini tengah fokus terhadap penanganan trauma yang disebabkan terjadinya bencana alam. Menurut Pastika, letak geografi s Bali memang rentan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.  Selain upaya pencegahan, hal yang paling penting disiapkan adalah penanganan trauma pasca bencana.

Untuk mewujudkan hal ini, Pastika berjanji akan memfasilitasi dalam pemberian akses informasi tentang sistem penanganan bencana oleh instansi-instansi yang terkait. “Saya akan menginstruksikan jajaran saya untuk memberikan informasi secara menyeluruh terhadap tim CMAT, agar ke depan CMAT bisa memberikan masukan yang positif bagi kemajuan SDM kami,” imbuhnya.

Dijelaskan, pembangunan sarana penunjang kesehatan dan penanganan trauma pasca bencana yang tengah dibangun, yaitu RS Bali Mandara yang merupakan sister hospital dari Royal Darwin Hospital yang mengkhususkan juga tentang penanganan trauma pasca bencana. “Dari sekian banyak kerjasama dengan Australia, terutama di bidang trauma, saya harap ke depan Bali bisa siap menjadi rujukan daerah lain dalam pengembangan standar penanggulangan bencana,” tandasnya.

Konsul Helena Studdert menjelaskan, anggota CMAT Australia yang beranggotakan dari pejabat Kementrian Luar Negeri dan Departemen Pertahanan Australia melakukan kunjungan singkat ke beberapa Provinsi di Indonesia, dan Bali salah satunya. Kunjungan ke Bali ini khusus bertujuan membantu Konjen Australia dalam merencanakan serta respon cepat terhadap situasi krisis.

Tim yang melakukan kunjungan selama dua hari di Bali ini akan mengobservasi berbagai kemungkinan bahaya yang akan terjadi, termasuk bencana alam, insiden massal dan berbagai krisis kemanan. Ke depan pihaknya juga berharap akan ada kerjasama lanjutan dengan Bali terkait penanganan trauma pasca bencana. Selama kunjungan kerjanya di Bali, tim juga akan mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali, manajemen Bandar Udara Ngurah Rai dan pelabuhan serta akan bertemu dengan kalangan bisnis dan pariwisata di Bali. adv

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!