Pasek Pikir-pikir, Mudarta Siap Tempur

Maju sebagai Wakil Sudikerta

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Lima nama sudah dikirim Ketut Sudikerta yang lebih keren dipanggil SGB (Sudikerta Gubernur Bali) ke DPP Partai Golkar di Jakarta, salah satunya Gede Pasek Suardika alias GPS. Sayangnya ketika dimintai tanggapan dia menyatakan pikir-pikir, karena sulit menentukan pilihan akibat taruhannya harus mundur sebagai anggota DPD RI. Berbeda dengan Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta menyatakan siap tempur untuk maju Pilgub Bali. “Kalau saya pribadi itu pilihan sulit, karena harus mundur dari DPD RI. Sehingga kalau toh harus maju Pilgub maka harus ada kesepakatan tegas soal hal-hal prinsip tentang pembangunan Bali. Tapi kita lihat saja proses ke depan,” ungkap mantan Ketua Komisi III DPR RI saat lewat pesan WhatsApp-nya di Denpasar, Senin (7/8).

Namun diakui, selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura ini untuk Pilgub Bali saat ini masih berproses.

“Kalau kemarin, posisi ketua umum (Oesma Sapta, red) masih lampu merah untuk saya maju di Pilgub. Tetapi desakan jajaran pengurus sampai di level terbawah ranting sangat berharap saya untuk maju dan sekarang posisi lampu Kuning, antara ke hijau atau ke merah,” tandasnya.

Pasek mengingatkan jika pun harus maju Pilgub Bali harus mampu membuat terobosan. Karena untuk apa maju Pilgub jika tidak mampu melakukan terobosan tegas untuk pembangunan Bali. Khususnya mengangkat keseimbangan pembangunan Bali Utara dan Bali Timur termasuk Kintamani dengan Bali Selatan.

“Agar maju Pilgub tidak hanya dipakai jargon kampanye, tetapi harus sudah ada turunan konsep teknisnya terkait besaran APBD-nya. Karena itu, yang pasti siapapun yang main di Pilgub, maka Hanura tidak bisa disepelekan. Apalagi saat ini sudah seluruh ranting terbentuk di Bali,” tegasnya.

Secara terpisah, berbeda dengan GPS, Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta yang juga masuk jajaran lima nama yang ingin dipinang SGB menyatakan siap tempur untuk maju Pilgub Bali. Karena menurutnya, dari lima nama yang dikerucutkan itu sudah semuanya dilihat baik loyalitasnya, kredibilitasnya maupun isinya.

“Sudah dilihat semua parameternya dan pasti sudah dikomunikasikan di masing-masing level, baik pusat maupun daerah. Saya yakin jika rekomendasi itu turun pasti pasangan calon yang sudah diputuskan bersama. Jadi saya pasti siap dari A sampai Z. Artinya termasuk logistis, karena sebagai pemimpin partai kan sudah teruji dan terkait Pilkada kita sudah paham betullah,” bebernya.

Politisi asal Jembrana ini mengaku tidak main-main dalam Pilgub nanti. Termasuk persiapan logistik, karena ketika jadi calon tidak akan mengharapkan ada sponsor. Karena ketika terpilih akan tergantung pada sponsor sehingga visi dan misinya tidak jalan. “Kan ada yang ngontrol dan rakyat hanya diajak janji-janji dan mimpi-mimpi. Sehingga rakyat lagi-lagi ditipu. Kalaupun kalah akan banyak ada hutang. Lebih parah lagi,” jelasnya.

Selain itu, ditegaskan selama ini masing-masing Parpol memiliki mekanisme tersendiri termasuk Partai Demokrat. Tentu nama yang tercantum termasuk namanya yang mengerucut sebagai bakal calon wakil sangat ketat diseleksi. Jadi di internal Demokrat juga sama sebelum dibahas di internal koalisi nanti.

“Semua kan berhitung untuk menenangkan Pilgub Bali 2019, karena ini sangat penting. Intinya Demokrat akan memutuskan siapapun calon gubernur dan wakil gubernur termasuk saya. Jika dicalonkan hanya satu kata, yakni kata siap. Karena kita sebagai kader dilatih kepemimpinan, baik legislatif dan eksekutif,” jelasnya. 016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *