Pasca Teror di Surabaya, Pelabuhan Lembar di Perketat

posbali.id

LOBAR, POSBALI.ID – Aksi terror yang terjadi belakangan ini cukup menyita perhatian termasuk di Lobar. Tak ingin kecolongan, pengamanan pun mulai diperketat khususnya di pintu masuk NTB diperketat seperti Pelabuhan penyeberangan Lembar Selasa (15/5).

 

Pantauan POS BALI di pelabuhan Lembar, sejumlah jajaran Polres Lobar terlihat berjaga-jaga di pintu masuk NTB tersebut. Tak hanya berjaga jaga, aparat kepolisian pun melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang kapal yang masuk baik pejalan kaki, pengendara sepeda motor, mobil hingga ke kendaraan besar lainnya. Barang bawaan berupa tas dan lainnya pun digeledah guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Humas PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Lembar, Denny Nurdiana Putra kepada wartawan membenarkan adanya penambahan pengamanan di pelabuhan Lembar pasca terror bom yang terjadi di Surabaya. Penambahan pengamanan dari pihak Polres Lobar itu sudah berlangsung sejak Senin (14/5) lalu. “Kita bisa lihat sendiri yang ada di lapangan itu personil pengamanannya ditambah, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

 

Dikatakan Denny, langkah antisipasi pun juga dilakukan oleh pihak ASDP Pelabuhan Lembar. Langkah antisipasi yang dimaksudkan adalah dengan melakukan sterilisasi untuk dilokasi zona siap muat. “Jadi di zona A dan B itu dipastikan steril dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan, artinya di zona tersebut hanya ada pengguna jasa yang sudah memiliki tiket,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi menegaskan, sebagai langkah antisipasi kemungkinan terjadinya terror di wilayah hukum Polres Lobar, pihaknya memperketat lagi pos penjagaan. Terutama sekali pos penjagaan yang berada di pelabuhan Lembar. Menggigat pelabuhan Lembar menjadi salah satu pintu masuk ke pulau Lombok. “Staf pun kita libatkan dalam piket penjagaan, termasuk penambahan anggota jaga dan peningkatan preventif dengan patroli di tempat-tempat rawan kita tingkatkan,” jelasnya.

 

Kapolres pun mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi, termasuk menyebbar luaskan foto maupun video aksi terror yang terjadi di Surabaya. Menurutnya, ekspos yang berlebihan justru membuat para pelaku terror menjadi besar dan tentunya akan membuat resah masyarakat. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!