Pasca Galungan Harga Bunga Turun Drastis

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Setelah mengalami kenaikan harga sebelum perayaan Galungan, harga berbagai jenis bunga di kawasan Pasar Wangaya, Denpasar, Jumat (3/11/2017) siang terpantau mulai mengalami penurunan harga. Penuruanan harga tersebut terbilang cukup drastis, antara Rp5 ribu hingga Rp15 ribu per kg.

Menurut penuturan Komang Ardika, seorang pedagang bunga yang berdagang di tepi Jalan Kumbakarna atau di sebelah utara Pasar Wangaya, merosotnya harga bunga memang lazim terjadi pasca perayaan Galungan. Banyaknya pasokan bunga di pasaran dinilai sebagai faktor utama merosotnya harga bunga tersebut.

Ia menjelaskan penurunan harga bunga berasal dari turunnya harga di tingkat pemasok di Pasar Mambal, Badung. Penurunan harga secara umum mulai turun sejak Umanis Galungan, Kamis (2/11) lalu. Sebagai contoh, saat Umanis Galungan bunga pacah dihargai Rp10 ribu per kg dari Rp20 ribu pada hari Minggu (29/10). Selanjutnya harga semakin jatuh hingga Jumat (3/11) pagi telah menyentuh Rp6 ribu per kg.

“Kalau dibandingkan dengan Galungan sebelum-sebelumnya, harga bunga pada Galungan tahun ini tergolong rendah. Dulu, menjelang Galungan biasanya harga bunga pacah berada di atas Rp25 ribu per kg, namun kali ini hanya laku antara Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kg,” imbuhnya.

Selain bunga pacah, bunga lainnya juga mengalami penurunan harga. Kadek Muliawan, pedagang yang baru satu tahun berjualan bunga di kawasan tersebut, mengatakan bunga kembang rampe, kembang seribu, dan gemitir mengalami penurunan harga rata-rata Rp5 ribu per kg. Saat ini bunga gumitir dan kembang rampai dijual seharga Rp15 ribu per kg, sedangkan bunga kembang seribu dijual seharga Rp30 ribu per kg.

Muliawan menjelaskan harga bunga memang sangat labil. Kelabilan ini menyebabkan harga bisa sewaktu-waktu berubah, bahkan dalam hitungan jam. “Dulu pernah saat pagi harga masih tinggi, tapi menjelang siang menjadi sangat murah, sehingga pedagang seperti kami terpaksa helus dada,” imbuhnya.

Muliawan memprediksi harga bunga akan kembali terangkat menjelang perayaan Kuningan yang akan jatuh pada Sabtu (11/11) minggu depan. Menurut pengalamannya, harga bunga bisa naik sejak Panyajaan Kuningan yang jatuh pada Kamis (9/11) hingga mencapai puncaknya pada Panampahan Kuningan yang jatuh pada Jumat (10/11). “Biasanya jelang Kuningan akan kembali naik, tapi tergantung jumlah pasokannya juga. Jika pasokannya banyak bisa naiknya hanya sedikit, jika pasokan sedikit kenaikan harganya tinggi. Karena saat ini panen raya dan cuaca mendukung bunga untuk berbunga, saya tida bisa prediksi kenaikan harganya,” tandasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *