Pariwisata Sepi, Hunian Hotel Terjun Bebas

MANGUPURA, POS BALI – Tingkat hunian kamar hotel di kawasan pariwisata Nusa Dua juga mengalami anjlok, pasca terjadinya erupsi Gunung Agung. Dari 5000 kamar yang ada di Nusa Dua, saat ini hanya terisi dibawah 30 persen. Padahal sebelumnya rata-rata tingkat hunian di Nusa Dua berkisar 70 persen.

“Memang jika dibandingkan hunian sebelumnya memang drop. Tapi ini masih cukup bisa mengcover operasional, tapi semua paham akan kondisi saat ini dan pihak hotel menyesuaikan kondisi. Kegiatan marketing mereka diintensifkan tanpa mengurangi standar pelayanan mereka,”terang Direksi marketing ITDC, Jatmiko K Santosa, Selasa (5/12).

Selain hunian turun, beberapa event mice diakuinya juga batal datang ke Bali. Seperti event Bali Democratiom Forum yang rencananya di helat bulan ini di Nusa Dua terpaksa berpindah ke Jawa. Pihaknya mengaku memang tidak bisa menyatakan bahwa kondisi Bali saat ini super safe, sebab saat ini memang kondisi Gunung Agung masih tinggi.

Pihaknya mengaku bisa membuat wisatawan tetap nyaman, aman dan membantu mereka saat operasional bandara ditutup sewaktu-waktu. Baik dengan menyediakan akomodasi transportasi gratis ke terminal bus terdekat dan mengadakan event yang membuat wisatawan betah berlibur di Bali. “Dalam kondisi seperti ini kita harus menunjukan kualitas Bali sebagai Best Island In The World oleh trip advisor. Kita tetap mampu menyuguhkan atraksi yang menarik, menjaga hospitality serya tetap berdoa dan berharap kejadian ini bisa segera berakhir,”tegasnya.

Untuk membuat wisatawan betah di Bali, pihaknya kembali menggelar Nusa Dua Light festival. Dimana festivak tersebut memang kedua kalinya dilaksanakan pada tahun yang sama. Hal tersebut seiring dengan program pihaknya dalam mengoptimalkan kawasan Nusa Dua agar lebih atraktif dan menjadi life style destination, sekaligus membangkitkan pariwisata Bali yang mengalami low sesion pada saat high sesion. Sehingga wisatawan masih bisa berlibur dengan aman dan nyaman di Bali ditengah situasi yang ada saat ini dan pariwisata bali bisa kembali bergairah. “Bali tetap beraktifitas seperti biasa, bali tetap menerima wisatawan dari negara manapun serta menjaga hospitality. Saat low sesion seperti saat ini lah maka pas bagi wisatawan yang rindu akan bali dengan situasi ketenangannya. Apalagi hotel menyediakan fasilias lebih saat ini. Sehingga jika berlibur  pada bulan Desember biasanya memakan biaya lebih tinggi, tapi sekarang lebih terjangkau dengan standar hospitality dan berkelas dunia,”bebernya.

Festival tersebut juga diakuinya menjadi festival pertama out door yang dilakukan pihak ITDC, sebelumnya saat akhir tahun biasanya kegiatan dilaksanakan oleh masing-masing hotel. Selama 38 hari pelaksanaan dari tanggal 8 Desember 2017 sampai 14 Januari 2018, pihaknya mengetkan kunjungan wisatawan sebanyak 38 ribu pengunjung, atau seribu perhari, dengan tiket masuk Rp 25 ribu untuk hari biasnaya dan Rp 30 ribu saat akhirr pekan.

Sementara Agung dari Taman Pelangi mengaku sempat kaget dengan kondisi penerbangan ke Bali saat ia berangkat dari Jogjakarta 3 hari lalu. Dimana biasanya penerbangan ke Bali biasanya penuh, namun saat itu hanya terisi separuhnya saja. Namun kondisi berbeda dirasakannya saat ia tiba di Bali, yang mana Bali masih kondusif dan pihaknya siap untuk bahu membahu mengangkat pariwisata Bali. “Ada 5 pilar yang kita angkat dalam lampion festival kali ini, pertama yaitu Lantern dengan konsep jungle festival. Kita sajikan banyak binatang purba yang tingginya sampai 30 meter. Ada padang gandum dari led yang kita akan tampilkan, kalau dulu itu hanua bunga yang banyak,”bebernya.

Kedua pihaknya juga menyediakan balon udara dengan hot air dengan daya angkut 500-550 kg. Balon udara tersebut diterbangkan dengan hot air dan akan diterbangkan pada ketinggian mencapai 25 meter. Ketiga pihaknya juga menyediakan wahana permainan seperti trampolin dan aneka permainan untuk hiburan anak-anak. Keempat ada food kulinary dan kelima ada stage panggung yang ada berhias pohon natal pada momentnya dan saat pergantian tahun akan ada pesta kembang api serta DJ. “Akan ada pula Face painting, photography competition, videography competition,”imbuhnya. 023

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *