“Panyajaan Galungan”, Harga Daging Babi Naik

posbali.id
POS BALI/ERI
Pedagang daging babi di Pasar Badung, Jalan Cokroaminoto, Denpasar

DENPASAR, POS BALI – Memasuki Hari Panyajaan Galungan yang jatuh pada Senin (30/10) alias H-2 Galungan, harga daging babi dan daging ayam mulai meroket. Seperti yang terlihat di Pasar Badung yang berlokasi di Jalan Cokroaminto, Denpasar dan Pasar Kumbasari, tampak kenaikan harga daging babi berkisar antara Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per kg.

Nyoman Sari, seorang pedagang daging babi di Pasar Kumbasari mengatakan saat ini daging babi dijual seharga Rp55 ribu per kg. Harga ini naik Rp3 ribu dari sehari sebelumnya. Kenaikan tertinggi dikatakan terjadi pada daging babai bagian tulang rusuk yang kini dijual seharga Rp50 ribu per kg atau naik Rp10 ribu dari harga normal per kg-nya . “Harga daging baru naik pagi ini (Senin, red). Untuk daging kualitas super biasanya saya jual per Rp50 ribu hingga Rp52 ribu per kg, sedangkan sekarang saya jual Rp55 ribu per kg. Untuk daging samsam naik sebesar Rp3 ribu dari Rp47 ribu per kg menjadi Rp50 ribu per kg,”  katanya.

Ia menerangkan biasanya kenaikan dan permintaan tertinggi akan terjadi saat Panampahan Galungan yang jatuh hari ini. Dalam hari-hari normal, ia bisa menghabiskan 3 ekor babi dalam sehari, sedangkan menjelang Galungan ia bisa menghabiskan antara 4 hingga 5 ekor babi. “Jika berkaca dari pengalaman Galungan sebelumnya, masih ada kemungkinan harga daging akan naik ke level tertinggi saat panampahan,” imbuh Sari.

Pengakuan senada juga dinyatakan Ketut Nonik, pedagang daging babi di Pasar Badung. Harga daging babi eceran di pasar tersebut sama dengan harga daging babi di Pasar Kumbasari. Hanya saja, menurut Nonik kenaikan harga saat ini tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan perayaan Galungan sebelumnya. Permintaan juga dinyatakan relatif stabil. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!