Ormas Pecinta Soeharto Sayangkan Arogansi DPW Partai Berkarya Bali

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID – Ketua Ormas Pecinta Soeharto Provinsi Bali, I Made Richy Ardhana Yasa, buka suara atas kekisruhan yang terjadi di dalam tubuh Partai Berkarya Bali. Ia menyayangkan sikap arogansi dari Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Bali, Putu Djaja, yang baru saja diangkat menggantikan Brigjen Pol Purn Dewa Bagus Made Suharya SH, yang memberhentikan Ketua DPD kabupaten/kota di Bali.

Menurut Richy Ardhana Yasa atau yang akrab disapa Ray, hampir semua pengurus yang dipecat itu adalah mereka yang sudah susah payah berjuang demi menciptakan keberhasilan partai besutan Tommy Soeharto ini diakui dan diverifikasi oleh KPU dan dapat mengikuti perhelatan politik Pemilu 2019 mendatang. Ia menilai sikap-sikap arogansi yang ditonjolkan oleh pengurus DPW Bali ini akan mengakibatkan traumatik bagi masyarakat di tengah-tengah upaya partai ini untuk mengangkat kembali cita-cita dan kepemimpinan Presiden Soeharto.

“Pemimpin Partai Berkarya Provinsi Bali khususnya harus memiliki sikap-sikap welas asih dan menjaga semua aspek seperti kepemimpinan Almarhum Pak Harto. Janganlah merusak nama baik yang dibawa anak-anak Berkarya ini dengan sikap-sikap yang bertentangan dengan AD/ART partai itu sendiri,” tegas Ray, Senin (25/6).

Ray yang juga Ketua DPD Partai Berkarya Kota Denpasar yang ikut diberhentikan oleh Putu Djaja, menuturkan, keputusan sepihak yang terbaca dalam surat oleh DPW Bali tersebut adalah tentang kesalahan-kesalahan DPD Jembrana. Artinya, pemecatan untuk DPD Kota Denpasar adalah aneh. “Kesalahan-kesalahan yang dibuat-dibuat sesuai keterangan di surat itu dengan meng-copy paste saja tidak mencerminkan kepemimpinan yang jauh dari pengayoman. Kesalahan DPD Partai Berkarya Kabupaten Jembrana, yang ikut dipecat DPD Partai Berkarya Kota Denpasar,” sorotnya.

Ray mengungkapkan, meskipun DPW Bali melakukan pemecatan terhadap sejumlah DPD kabupaten/kota, namun sampai saat ini pemecatan tersebut belum mendapat persetujuan dari DPP Partai Berkarya. “Karena KPU masih melegalkan (kepengurusan sebelumnya), makanya seperti perusahaan kerupuk, partai ini tidak sesuai dengan AD/ART-nya. Informasi dari kodapil, ada rapat kodapil empat wilayah mengatakan tidak boleh ada pergantian begitu, tapi tidak diindahkan oleh pengurus baru ketua DPW Bali,” tutupnya. 026

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!