Operasional Rich Prada hotel direkomendasi ditutup, belum kantongi izin operasional tapi menerima tamu

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Operasional Rich Prada Hotel Bali direkomendasikan untuk ditutup sementara. Hal tersebut berkaca pada temuan dari sidak komisi I DPRD Badung bersama dengan Dinas Perizinan, Penyidik Pol PP, Camat Kutsel dan petugas Desa Pecatu, Selasa (17/4), bahwa pihak terkait belumlah mengantongi izin operasional. Namun ia telah membuka beberapa unit kamar hotel untuk disewakan kepada wisatawan, sehingga terindikasi pihak terkait tidak membayar pajak sesuai dengan ketentuan. “Sebenarnya kita turun untuk menyikapi postingan tenaga kerja yang viral dan menuai komplain masyarakat. Karena hotel ini baru, maka kita juga tanya kelengkapan perizinannya seperti apa. Ternyata hotel ini belum memiliki izin operasional,”ujar Ketua Komisi I DPRD kab.Badung, Wayan Suyasa didampingi sekretarisnya I Gusti Anom Gumanti.

 

Karena pihak hotel telah mencari tamu, namun belum memenuhi kewajibannya dalan membayar pajak hotel dan restoran. Hal tersebut tentunya melanggar aturan yang berlaku dan berimplikasi kepada sektor pendapatan di Kabupaten Badung menjadi berkurang. Karena itulah pihaknya secara tegas meminta operasional hotel tersebut ditutup sementara, sebelum kepengurusan izinnya dilengkapi. Selanjutnya pihaknya menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak Satpol PP untuk menanganinya. “Sebenarnya kami sangat mengapresiasi para pengusaha yang mau berinvestasi di Badung, karena ini akan menambah sektor PAD di kabupaten Badung. Namun perlu saya tegaskan, agar pengusaha ini benar-benar mematuhi aturan yang berlaku,”tegasnya.

 

Sekretaris Komisi I DPRD kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti juga meminta pihak hotel agar benar-benar memperhatikan aturan yang berlaku. Jangan seolah pihak pengusaha main seenaknya dengan melabrak aturan, hanya demi suatu keuntungan. Termasuk juga dalam kasus perekrutan tenaga kerja yang disebar pihak hotel, sehingga membuat masyarakat resah dan menimbulkan situasi menjadi tidak nyaman karena terindikasi rasis. “Kondisi kenyamanan dan kemanan ini perlu dijaga, sebab Badung ini adalah destinasi wisata. Apalagi dalam UU ketenagakerjaan tidak ada diskriminasi dalam perekrutan tenaga kerja, jadi apa yang dilakukan itu salah,”bebernya.

 

Namun karena pihak hotel telah meminta maaf dan mengklarifikasi hal tersebut. Pihaknya berharap kejadian tersebut menjadi kejadian yang terakhir, jangan sampai hal tersebut kembali terjadi di kemudian hari. “Memang atasan ini sedikit teledor dan terlalu percaya kepada bawahannya, sehingga ia lupa mengoreksi apa yang dikerjakan bawahannya. Jadi ini semacam mis komunikasi, saya harap ini menjadi pelajaran dan kita bisa saling memahami,”himbaunya.

 

Menyikapi hal tersebut, pihak Penyidik dari Satpol PP kabupaten Badung mengaku akan segera memanggil pihak hotel kembali ke Puspem Badung. Dimana pihak terkait akan kembali di cek kelengkapan dokumen perizinannya. Pihak hotel hanya bisa beroperasi jika izin yang dikantonginya lengkap, dimana izin operasional adalah izin penegas bahwa hotel baru bisa beroperasi. Izin tersebut baru bisa diperoleh, jika bangunan hotel sudah rampung 100 persen.

 

Sementara HRM Rich Prada Hotel Bali, Gede Utara tidak menampik memang pihaknya telah menerima wisataean menginap di tempatnya, itu sekitar 150 kamar yang sudah terjual. Namun yang sudha beroperasi ada 400 kamar, dari total 900 kamar yang akan dioperasikan. “Kalau dari persentase, sekarang baru rampung 50 persen dari total yang direncanakan. Kita sebenarnya sedang mengurus izin operasionalnya, tapi belum selesai semua. Kita sebenarnya kurang data alat pemadam kebakaran, sebab bangunan belum selesai semua,”kilahnya.

 

Karena temuan dinas tersebut, pihaknya berencana akan menutup sementara operasional hotel. Hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pihaknya, karena kamar yang beroperasi juga baru sedikit. Sementara untuk jumlah karyawan yang dipekerjakan sejauh ini baru berjumlah 84 orang. “Rencananya kedepan kita akan mencari karyawan, dengan memasukkan iklan. Tapi disinilah terjadi kesalahan fatal, karena itu atas nama hotel saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat,”ujarnya.

 

Dipaparkannya, perekrutan tenaga tersebut dengan menyebar iklan lowongan adalah untuk menyiasati keterbatasan hotel. Hal tersebut berkaca pada saat Nyepi belum lama ini, yangmana pihaknya mengalami kesulitan karena karyawan yang ada tidak mau bekerja. Karena itulah pihaknya berencana menambah karyawan non hindu, sayangnya admin terkait secara vulgar memposting maksud tersebut dengan mencantumkan lowongan bagi non hindu dan menjadi viral. “Terus terang saya tidak tahu seperti itu yang diposting, tapi setelah tahu langsung sudah kita revisi dan kita minta maaf secara terbuka. Pada intinya kita tidak pwrnah membedakan karyawan hindu maupun yang lain, ini cuma menyangkut pengaturan waktu libur,”tukasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *