Operasional Belum Maksimal, Lahan Terminal Mengwi Menyempit

posbali.id

MENGWI, POS BALI ONLINE – Keberadaan terminal tipe A Mengwi hingga saat ini masih jauh dari kata maksimal. Pasalnya, bus antar kota antar provinsi (AKAP) ogah singgah di terminal ini, dan masih menjadikan Terminal Ubung sebagai tujuan dan keberangkatan.

Kini keberadaan Terminal Mengwi dengan luas mencapai 11 hektar nampaknya akan berkurang. Pasalnya, sekitar satu hektar lahan terminal akan dibangun Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung yang rencananya juga dilengkapi dengan rumah Dinas Kajari. Secara umum, rencana pembangunan Gedung Kejari tak ada kendala atau penolakan. Baik dari DPRD Badung maupun para sopir yang langsung merasakan keberadaan Terminal Mengwi tersebut.

Hanya saja, para sopir angkot yang sehari- hari mangkal di Terminal Tipe A Mengwi ini berharap, agar pembangunan Gedung Kejari tidak menganggu operasional terminal. Seorang sopir angkot,  Nyoman Gandi menyambut baik rencana pembangunan Gedung Kajari Badung di kawasan Terminal Mengwi. “Lahan masih banyak bisa saja dibangun di sini. Kalau sudah pemerintah yang punya program rakyat biasa mau bilang apa,” kata sopir asal Desa Kuum Mengwi ini, ketika ditemui di Terminal Mengwi, Kamis (11/8).

Apalagi, lanjut dia, kawasan yang akan dibangun Gedung Kejari berdekatan dengan Polres Badung. “Kalau semua berdekatan kan bagus,” imbuhnya seraya berharap pemerintah tetap memperhatikan Terminal Mengwi agar bisa beroperasi maksimal.

Sesuai rencana berdasarkan UU 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor: 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan, Terminal Tipe A termasuk Terminal Mengwi, akan diambil alih pada Desember 2016.

Penyerahan Terminal Mengwi meliputi aset serta seluruh pegawai. Untuk aset, Pemkab Badung akan menyerahkan tanah seluas lima hektar dari total 11,3 hektar kawasan terminal ke pemerintah pusat. Penyerahan Terminal Mengwi ke pemerintah pusat sejatinya telah bergulir sejak tahun 2015 lalu, hanya saja masih tarik ulur.

Berkenaan dengan pengambilalihan Terminal Mengwi akhir tahun ini, salah seorang sopir lainnya, Made Sutarya mengaku pesismis hal itu bisa dilakukan tahun ini. “Saya sudah tidak percaya rasanya kalau Desember ini diambil pusat. Karena dari dulu tarik ulur,” kata Sutarya, pesimis.

Mengenai rencana pembangunan Gedung Kejari, Sutarya berharap tak mengganggu operasional terminal. “Apakah nantinya, kalau Terminal Mengwi sudah operasional maksimal tidak akan terganggu. Kan kalau terminal tipe A butuh tempat yang luas,” katanya seraya menaruh harapan kepada pemerintah agar Terminal Mengwi bisa beroperasi maksimal sesuai dengan tipe.

Penyempitan lahan Terminal Mengwi semakin dipertegas Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam kunjungan bersama Kajari Denpasar dan Kajati Bali ke Terminal Mengwi. “Gerbang ini akan dibongkar dan dipindah (ke sebalah barat,red),” kata Giri Prasta saat menjelaskan kepada Kajari Denpasar Erna Normawati Widodo Putri sambil menunjuk ke gerbang pintu keluar terminal. 020

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!