Operasi Zebra 2017 di Lobar, Ratusan Ranmor Diamankan Polisi

LOBAR, POS BALI 0NLINE – Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2017, Polres Lobar berhasil mengamankan sekitar 137 kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Adapun total pelanggaran yang ditilang jajaran Sat Lantas Polres sendiri mencapai angka 1.817 pelanggaran.

 

Kapolres Lobar melalui Kasat Lantas Polres Lobar Iptu Lalu Panca Warsa yang dikonfirmasi terkait pelaksanaan Operasi Zebra 2017, Selasa (14/11) mengatakan pelaksanaan operasi dimulai sejak 1 November lalu dan berakhir hari ini. Dari total 1.1817 pelanggaran tersebut dirinci pelanggaran yang dimaksud yakni pelanggaran STNK sebanyak 1.428, SIM sebanyak 252. Kemudian jumlah kendaraan roda yang diamankan sebanyak 107 unit, dan roda empat sebanyak 30 unit. “Kendaraan yang dimaksud kini masih kita amankan di halaman belakang Mapolres Lobar,” katanya.

 

Dijelaskan Panca, dalam Operasi Zebra 2017 itu, pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan bermotor didominasi oleh pelanggar yang tidak menggunakan helm, sabuk keselamatan dan beberapa kelengkapan kendaraan bermotor. “Untuk pelanggar yang tidak memiliki SIM menurut kami itu tidak terlalu banyak. Artinya kesadaran masyarakat dalam berkendaraan sudah mulai membaik,” tambahnya.

 

Dikonfirmasi perbandingan dengan tahun lalu dalam operasi yang sama, pengganti AKP Gusriadi Abustan itu mengatakan bahwa penurunannya sangat drastic. Terbukti, dalam operasi zebra tahun 2016 lalu terdapat 8 kasus, dan yang meninggal dunia sebanyak 6 orang. Dan untuk tahun ini, dalam kurun waktu 14 hari hanya terjadi 1 kasus berat, walaupun pada akhirnya 1 orang itu meninggal dunia. “Artinya kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sudah membaik,” tegasnya.

 

Lalu bagaimana dengan banyaknya plat merah yang terjaring razia ? Lalu Panca Warsa tak menampik hal itu. Menurut dia, selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra, memang cukup banyak plat merah yang terjaring. Dan sebagian besar pengendara plat merah itu tidak membawa atau lupa membawa STNK. “Kalau SIM, hampir rata-rata pengendara membawanya. Kebanyakan STNK, karena mungkin lupa,” jelasnya.

 

Dikonfirmasi adanya kendaraan bodong selama operasi zebra, Kasat Lantas Polres Lobar itu mengatakan bahwa sampai sejauh ini pihaknya belum mendalaminya. Kendati sudah menyita barang bukti hasil tilang, pihaknya baru akan mengetahui apakah kendaraan itu bodong atau tidak setelah melengkapi berkas. “Nanti ketahuan setelah melengkapi berkas. Sekarang belum bisa kita simpulkan,” pungkasnya kemudian.

 

Sementara itu, pantauan POS BALI di Bundaran Giri Menang Square yang merupakan lokasi terakhir Operasi Zebra melihat, puluhan pengendara bermotor diperiksa. Tak hanya kendaraan umum, kendaraan milik pemerintah pun tak luput dari pemeriksaan aparat Kepolisian yang dibantu pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Lobar dan Polisi Militer dari TNI.

 

Ada yang menarik saat OPerasi Zebra sedang berlangsung, salah seorang pengendara sepeda motor yang ternyata Warga Negara Asing (WNA) tampak menunjukkan SIM sementaranya sambil berkendara. Nampaknya Bule itu sadar betul bahwa pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan surat-surat kendaraan sedang dilakukan pihak kepolisian.  033

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *