Open traffic Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai masih menggantung

posbali.id
Diperlukan untuk rekayasa lalin, dampak dari underpass

MANGUPURA, POS BALI – Upacara Melaspas lan Macaru Panca Sanak Madurgha telah dilaksanakan, Rabu (12/9) di Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Kendati telah rampung dikerjakan, di pelaspas, dilakukan uji layak fungsi dan uji coba, namun kepastian dibukanya underpass secara umum dan peresmiannya belum jelas adanya. “Kami masih menunggu informasi pimpinan (Dirjen Bina Marga), apakah open traffic ini akan dilaksanakan saat peresmian atau bisa lebih awal. Kami masih menunggu informasi dari pimpinan, mudah-mudahan cepat bisa terlaksana, karena masyarakat sudah menunggu-nunggu kapan bisa dilaksanakan open traffic,”terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 11 Satker Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar-BPJN Wilayah VIII, Nyoman Yasmara disela-sela acara.

 

Diakuinya dari hasil uji layak fungsi yang dilaksanakan Senin (10/9), memang masih ada beberapa marka yang perlu disempurnakan di beberapa titik. Salah satunya adalah menambah rambu ruble street (rambu kejut), di pintu masuk underpass, dan itu sudah dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan yang akan melintas di underpass, dengan kecepatan rata-rata 40 km perjam. Sebelum pelaksanaan survey, pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan balai transportasi darat, terkait mana marka yang harus dievaluasi. Seperti marka kuning yang disesuaikan dengan Permenhub No 67 tahun 2018, dimana untuk marka sisi dalam underpass meman berwarna kuning. “Kedepan kita harapkan masyarakat bisa memanfaatkan fungsi uderpass sesuai dengan rambu yang sudah disiapkan. Kami harapkan juga masyarakat bida ikut menjaga underpass ini, sehingga bisa bermanfaat sampai anak cucu kita nanti,”harapnya.

 

Kendati telah rampung dikerjakan, pihak kontraktor ditegaskannya masih memiliki tanggungjawab masa pemeliharaan selama 2 tahun. Dimana umur Underpass diyakini mampu bertahan 100 tahun lebih, dengan periode gempa ulang 1000 tahun lebih. Sementara untuk mengantisipasi adanya vandalisme, kedepan underpass simpang tugu Ngurah Rai akan dipasangi 8 titik CCTV. Begitupula dengan di Underpass Simpang Dewa Ruci, hal tersebut sekaligus untuk memonitor traffic dan keberadaan underpass. “Kami masih menunggu anggarannya, jika itu suda cair baru kami segera di realisasikan,”imbuhnya.

 

Sementara Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol AA Made Sudana juga berharap agar Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai segera bisa dipergunakan. Sehingga langkah mengevaluasi terkait manfaat, dampak bagi ruas jalan lain dan segala macam, bisa dilaksanakan. “Arus lalin sudah lumayan dipecahkan, saya rasa kedepan tidak ada titik kejenuhan lalin lagi di bundaran Ngurah Rai. Dengan adanya underpass ini, yang harus dipikirkan lagi adalah bagaimana kedepan ini. Ketika kita berbicara transportasi, kita tidak bisa sekali berbuat untuk selamanya, sebab ini terus berkembang,”ujar Kombes Pol Sudana.

 

Dipaparkannya, fungsi lantas, fungsi rekayasa sangat melekat dengan jalan. Dalam artian apabila jalan underpass sudah dibuat dan dilaksanakan, tentunya kedepan harus ada kajiannya. Terkait bagainana arus buangan dan kemana sisi tumpahanya, apakah nantinya ada titik kemacetan lagi dan apakah diperlukan rekayasa lain. Sebab tidak dipungkirinya, dengan adanya 2 underpass yang sudah ada Ngurah Rai dan Dewa Ruci, hal itu bisa memecahkan sedikit permasalahan di bundaran Ngurah Rai dan potensi penumpukan di sunset road. Namun untuk arus lalin ke Benoa Square, Sesetan, Pesanggar sampai ke Gatsu Barat yang perlu mendapatkan perhatian kedepannnya. “Dengan adanya evaluasi ini, selain rekayasa lalin, maka pemerintah daerah juga bisa nantinya memikirkan terkait transportasi itu seperti apa. Serta langkah apa yang perlu diambil kedepannya,”pungkasnya.

 

Dengan adanya underpass tersebut, tidak dipungkirinya juga akan memudahkan akses delegasi IMF nanginya menuju Nusa Dua. apalagi gedung VVIP sudah pindah ke sebelah timur, dekat dengan bundaran underpass. Hal tersebut akan memudahkan pihaknya dalam melakukan pengawalan. “Pengawalan peserta IMF nanti dipersiapkan dari bandara, ITDC dan pada saat gala diner dari BNDCC ke GWK. Jumlah kekuatan untuk itu saya rasa cukup maksimal, kita melihat situasi dilapangan nantinya. Dari BNDCC ke masing-masing hotel juga akan dikawal,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!