Okupansi Hotel Turun 80 Persen, ITDC Kampanye Bali Aman

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Dampak erupsi Gunung Agung mulai dirasakan melumpuh sektor pariwisata. Kondisi sulit memang bukan hanya dialami oleh korban langsung erupsi Gunung Agung. Tapi sektor pariwisata yang jaraknya ratusan kilometerpun merasakan dampaknya. Kunjungan wisatawan menurun, okupansi hotel turun, daya beli masyarakat Bali juga turun. Karena itulah, sebanyak 14 BUMN kembali menyalurkan bantuan bagi pengungsi bencana erupsi Gunung Agung, sekaligus mengkampanyekan Bali aman. BUMN ini hadir untuk negeri dalam segala situasi, karena tidak mau ikut terlarut dalam kondisi sulit dan ketakutan tanpa melakukan sesuatu.

“Jumlah tamu memang turun cukup lumayan banyak akibat erupsi Gunung Agung. Dalam kondisi apapun kita harus terus melakukan sesuatu. Saat ini banyak wisatawan yang takut datang ke Bali. Tapi kita tak mau terlena dengan kondisi ini. Kami di ITDC segara melaksanakan kampanye Bali aman melalui event Nusa Dua Light Festival selama 38 hari,” ujar Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan Indonesia Tourism Development Corporation, Santosa K. Jatmiko di Klungkung, Selasa (5/12) usai menyerahkan bantuan kepada korban erupsi Gunung Agung di Gor Sueca Pura, Klungkung.

Penurunan okupansi terjadi cukup tajam. Pada Bulan September okupansi di angka 80 persen, namun akibat bencana dan penutupan bandara okupansi turun hingga di angka 30 persen. “Kita tak bisa menolak bencana, namun kita juga berharap bencana ini jangan dipromosikan. Kita bukan menyembunyikan kenyataan, namun kita juga harus berfikir jika pariwisata Bali terpuruk, maka ekonomi Bali juga hancur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko pun sempat menyampaikan bahwa pada akhir Tahun Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan berlangsung even Nusa Dua Light Festival yang mengambil tempat di Pulau Peninsula, the Nusa Dua. Event akan dibuka Jumat (8/12) mendatang. “Kita ingin terus mempromosikan dan mengkampanyekan kampanye bahwa Bali tetap aman untuk berwisata. Bahkan semua destinasi di luar wilayah merah (berbahaya) masih tetap aman dikunjungi wisatawan,” sebutnya.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang menerima langsung tim BUMN tersebut menyatakan apresiasi atas bantuan BUMN bagi para korban. Tercatat jumlah pengungsi di Gor Sueca Pura mencapai angka lebih dari 9.000 orang. “Dalam kondisi ini kami juga membutuhkan dukungan semua pihak dalam penanganan korban bencana,” sebutnya. Kendati demikian ia pun tak mau hanya terlarut dalam situasi sulit. Sambil terus mengambil bagian dalam membantu korban erupsi, pihaknya pun tetap melakukan upaya promosi pariwisata. “Kami juga akan segera menyelenggarakan Nusa Penida Festival. Kita harus tetap melakukan promosi kendati situasi sulit,” sebutnya.

Sementara itu, Manajer Pemasaran Pertamina Cabang Bali dan NTB I Ketut Permadi Aryakuumara menyatakan, Pertamina selaku Koordinator Posko B, BUMN Peduli Bencana Gunung Agung, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan kepada pengungsi. “Kita menunggu perintah dari pemerintah daerah apa saja bantuan yang harus kami siapkan,” ujarnya. 016

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *