OJK Akan Keluarkan DP Kendaraan Nol Persen

posbali.id

JAKARTA, POS BALI ONLINE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan tetap mengeluarkan ketentuan untuk pengurangan uang muka (down payment/DP) kendaraan bermotor oleh perusahaan pembiayaan hingga 0 persen, namun relaksasi itu diberikan dengan sangat selektif.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad di Jakarta, Rabu (10/8) mengatakan, syarat bagi perusahaan pembiayaan yang dapat memberikan keringanan uang muka (down payment/DP) nol persen akan sangat berat.

Menurut dia, beberapa syarat tersebut masih difi nialisasi otoritas. Salah satu syarat dimaksud adalah perusahaan pembiayaan harus memiliki rasio pembiayaan bermasalah (NPF) secara net di bawah satu persen.

“Syaratnya berat sekali. Hanya perusahaan tertentu saja yang bisa, tidak semua perusahaan bisa,” ujar dia seraya menyatakan besaran uang muka pembiayaan kendaraan saat ini berkisar di 15-20 persen.

Muliaman mengatakan ketentuan untuk keringanan DP itu akan dikeluarkan sesegera mungkin. Dia menolak merinci beberapa opsi untuk menjadi syarat DP nol persen tersebut. “Perlu dilihat lebih jelas, bahwa semangat dari ketentuan ini untuk bisa memberikan kelonggaran,” ujarnya.

Menurut dia, pemberitaan yang beredar selama ini tentang rencana keringanan DP nol persen ini banyak yang keliru dan tidak utuh, sehingga dipersepsikan keliru oleh pemangku kepentingan lainnya.

“Proses fi nalisasi ini juga akan kita rumuskan kembali kalimatnya agar tidak salah tafsir,” ujarnya.

Syaratnya berat sekali. Hanya perusahaan tertentu saja yang bisa, tidak semua perusahaan bisa. Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK

Gubernur Bank Indonesia (BI) , Agus Martowardojo sebelumnya mengatakan lembaga jasa keuangan tidak disarankan membiayai pinjaman hingga 100 persen. Hal itu karena akan berisiko bagi kesehatan keuangan lembaga jasa keuangan. “Kalau di dalam pembiayaan itu senantiasa harus ada down payment (uang muka),” ujarnya.

Agus mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan OJK untuk membahas lebih lanjut hal tersebut. ‘’Dampak ketentuan DP nol persen juga perlu dicermati terkait risiko bagi kualitas aset pembiayaan, terutama terhadap rasio pembiayaan bermasalah (non performing fi nancing/NPF),’’ kata Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung.

 

CAPPING DEPOSITO 

Muliaman juga memastikan bahwa OJK menentukan batas atas (capping) suku bunga deposito bagi bank BUKU III dan IV tidak akan mengacu ke instrumen suku bunga acuan terbaru Bank Indonesia, yakni 7-Day Reverse Repo Rate, namun akan berkiblat ke suku bunga operasi moneter bertenor 12 bulan. “Kami atur berdasarkan 12 bulan,” paparnya.

Dengan begitu, kata Muliaman, capping bunga deposito akan tetap mengacu ke suku bunga operasi moneter tenor 12 bulan, atau yang saat ini menjadi acuan Bank Indonesia Rate (BI Rate). Pada 19 Agustus 2016, BI Rate akan berganti menjadi suku bunga operasi moneter bertenor 12 bulan.

Hal tersebut sama dengan kebijakan OJK sebelumnya yang menetapkan suku bunga deposito Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III sebesar 100 basis points (bps) di atas BI Rate. Sedangkan BUKU IV sebesar 75 bps di atas BI Rate.

Muliaman mengatakan tetapnya acuan untuk capping karena peraturan capping lebih untuk mencegah Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan BUKU IV berlomba secara tidak sehat untuk mendapat likuiditas deposito. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, bank-bank BUKU III dan IV banyak yang menawarkan suku bunga deposito tinggi untuk mendapat deposito.

Namun, jika capping ini berkiblat ke suku bunga bertenor 12 bulan, berarti perbankan memiliki daya tarik untuk menawarkan suku bunga depositonya, ketimbang mengacu ke 7-Day Reverse Repo Rate dengan bunga yang lebih rendah. “’capping ini lebih untuk pencegahan agar tidak ada persaingan yang tidak sehat. Artinya jika likuiditas ketat, nanti bunga deposito malah lebih tinggi. Makanya capping. Jadi capping bukan untuk referensi bunga,” kata Muliaman. ant

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!