Objek Wisata Tukad Mati Tak Kunjung Terealisasi

posbali.id

MANGUPURA, POS BALI ONLINE – Rencana menjadikan kawasan Tukad Mati sebagai objek wisata tak kunjung teralisasi. Menurut Kabid Pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Badung, AA. Gede Dalem, Tukad Mati setelah pembangunan long storage untuk dijadikan objek wisata masih terkendala aturan, lantaran berada pada zona perlindungan hutan mangrove.

Bahkan, kata Gung Dalem, sapaan akrabnya akan ada proyek penataan Muara Tukad Mati lanjutan yang ditangani oleh pemerintah pusat. “Dengan pemerintah pusat kami sudah mengadakan rapat. Intinya pemerintah pusat pada tahun 2017 ingin melanjutkan penataan. Juga sudah disiapkan DED-nya,”  katanya, Senin (8/8) kemarin.

Salah satu penataan yang direncanakan, menurutnya, adalah melanjutkan pembangunan long storage sepanjang 1,2 kilometer. Kemudian di hulu juga akan dilakukan normalisasi dengan pembangunan ulang senderan. “Kalau tidak salah, anggarannya itu sekitar Rp 300 miliar,” paparnya.

Sementara juru bicara bupati, AA. Gede Raka Yuda yang juga Kabag Humas dan Protokol Setda Badung membantah rencana menjadikan kawasan Mura Tukad Mati sebagai salah satu destinasi pariwisata di Badung tak jalan. Menurutnya, pemerintah sedang berproses, karena mengubah kawasan yang dulunya langganan banjir menjadi kawasan yang lebih asri harus melibatkan banyak instaksi teknis. Terutama Dinas BMP, begitu juga Disparda, DKP maupun BLH Badung.

“Guna merealisasikan ini, sejumlah SKPD teknis sesungguhnya telah melakukan koordinasi secara inten yang meliputi Disparda Badung, Dinas BMP, Badan Lingkungan Hidup, DKP, sudah sangat sering melakukan koordinasi. Dalam RPJMD Semesta Berencana tahun 2016 pun sudah mengadopsi pengembangan objek dan daya tarik wisata ini (Muara Tukad Mati, red),” jelasnya di Puspem Badung kemarin. 020

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!