NTB Belum Bebas Narkoba

posbali.id
Inilah Gili Trawangan KLU yang terus dipadati wisatawan asing namun masuk menjadi salah satu kawasan yang rentan penyebaran Narkoba di NTB.
(RUL/POS BALI)

MATARAM, POS BALI – PernyataanKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso yang menyebutkan jika kawasan perairan dan pariwisata di Indonesia masih sangat rentan terjadinyapenyelundupan Narkoba, nampaknya terbukti.

Sebab,  di NTB saat pelaksanaan Operasi Anti Narkoba (Antik) 2017 telah terjaring sebanyak67 orang tersangka pengedar di seluruh wilayah NTB. Sehingga angkanya mengalami peningkatan menjadi 91 persen dari tahun 2016 yang hanya 35 tersangka.  “Para tersangka kita tangkap di wilayah beragam. Diantaranya, di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Ampenan, hingga kawasan pariwisata di Gili Trawangan, Pemenang, KLU,” ujar Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayatmenjawab wartawan, Sabtu (4/11).

Menurutnya, penangkapansebanyak 67 tersangka itu dari pengungkapan 43 kasus selama 14 hari pelaksanaan operasi Antik itu.Oleh karena itu, jika ditilik dari jumlah kasusnya, maka mengalami peningkatan mencapai 23 persen. “Dan tersangka yang ditangkapangkanya mencapai 91 persen,” kata Cheppy yang saat itu didampingi Kasubdit III, AKBP Anak Agung Gede Agung.

Ia mengatakan, umumnya setengah dari tersangka merupakan residivis, yakni pemain lama yang pernah dipenjara tetapi tetap tidak kapok dan menjadi pemain lagi.Padahal, mereka selama inimerupakan target operasi.

“Penangkapannya dilakukan Polda NTB serta Polres jajaran se-NTB. Sementara aparat kami berhasilmenangkap sebanyak 16 orangtersangka,” ungkap AKBP Cheppy.

Sementara itu, total barang bukti narkoba yang diamankan antara lain, 1439,06 ganja, 110 gram sabu, satu butir ekstasi, 0,08 gram hasis, 2.751 butir tramadol, dan 554 gram magic mushroom atau lebih dikenal dengan jamur kotoran sapi.

Jamur kotoran sapi merupakan narkotika golongan I karena mengandung zat psilosina. “Efeknya setara menggunakan ganja,” tegasAgung. Jamur tersebut diamankan dari seorang pengedar berinisial LGK (32) di Gili Trawangan.

Menurutnya, modus yang dilakukan pelaku, yakni  menawarkan magic mushroom seharga Rp 150 ribu kepada turis lokal dan asing. Cara penyajiannya yakni jamur yang dibeli dicampur dengan jus buah-buahan. 031

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!