Normalisasi jadi kebutuhan urgen penataan Tukad Mati Legian

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Kekesalan masyarakat Legian atas penataan alur Tukad Mati yang sempat dikabarkan meloncati (tidak tersentuh penataan) kawasan Legian akhirnya melunak. Hal tersebut lantaran pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, melalui satuan kerja terkait telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Lurah Legian. Bahwasanya alur Tukad Mati Legian akan tersentuh penataan. Kamis (5/4) ini pihak terkait direncanakanakan akan mengadakan sosialisasi proyek yang akan menyentuh kawasan Legian tersebut di kantor Lurah Legian. “Sebenarnya rencana tersebut diinginkan sudah sejak seminggu lalu, tapi kami yang agak padat jadwalnya. Akhirnya disepakati besok (hari ini) akan diadakan sosialisasi. Semula sebenarnya pihak terkait memberitahukan akan mengerjakan penataan tersebut, tapi kami arahkan untuk disosialisasikan dahulu supaya jelas. Seperti apa penataannya dan bagaimana nantinya, sebab ini adalah hal yang diidam-idamkan masyarakat kami sejak dulu,”ujar Lurah Legian, Made Madiya Surya Natha, Rabu (4/4).

 

Dipaparkannya alur Tukad Mati Legian adalah halaman depan dari kelurahan Legian, sehingga keadaannya memang sudah sepatutnya ditata dan dirawat. Selama ini pihaknya terus berupaya untuk menjaga kebersihan sungai tersebut, namun untuk masalah sedimentasi dan penataan. Hal tersebut bukan berada pada kewenangannya, sehingga pihaknya hanya bisa mengusulkan dan mengusulkan. “Kalau untuk wilayah Seminyak dan di Kuta joroknya Tukad Mati ini ibarat halaman belakang mereka, sementara kami di Legian Tukad Mati itu adalah di halaman depan kami. Ini ibarat wajah kami yang tidak elok, masak halaman depan kami jorok. Kan itu tidak pas secara etika dan estetika,”paparnya.

 

Kendati alur Tukad Mati Legian dipastikan tersentuh penataan, namun pihaknya mengaku belum mengetahui sejauh mana penataan akan dilakukan nantinya. Jika penataan tersebut hanya pada peninggian dinding tanggul semata, hal tersebut diakuinya diprotes oleh warga. Sebab hal urgen yang menurut warga perlu dilakukan adalah normalisasi atau pengerukan sedimentasi. Sebab kondisi endapan sudah terlalu tinggi, jika itu tidak dikeruk maka seberapapun tanggul ditinggikan pasti lambat laun air sungai akan meluap juga. Pihaknya mengakui memang peninggian tanggu itu diperlukan, tapu saat ini yang menurutnya paling urgen adalah normalisasi sedimentasi, sebab itu membuat wajah legian jelek dan kumuh. “Pengerukan itu bukan hanya sekali tentunya, menurut kami itu harus rutin dilakukan secara periodik. Sebab pendangkalan akibat sedimentasi ini sangat cepat prosesnya. Selain itu yang namanya sungai tentu harus dipelihara agar tidak jorok dan bersih,”jelasnya.

 

Pihaknya juga mengaku telah mengusulkan adanya tanggul yang bisa dibuka tutup di alur tukad mati Legian, hal tersebut untuk tetap menjaga kondisi air sungai menjadi rata. Hal tersebut juga akan membuat endapan yang jorok tersebut sedikit tertutupi. Namun tanggul tersebut diharapkan jangan terlalu tinggi, karena menyangkut view. Jika memungkinkan pihaknya berharap agar sekalian saja wajah Tukad Mati Legian ditata rapi menjadi lebih menarik dan menjadi tempat wisata. Baik itu dengan adanya joging track sepanjang mengitari wilayah Legian dan dilengkapi tanaman perindang yang sudah dimohonkan. Sehingga sisi pinggir Tukad Mati Legian yang saat ini sering dipakai tempat parkir oleh kendaraan yang entah dari mana, bisa rapi. “Terkadang mereka ini membuang sampah makanannya ke sungai. Tentu ini tidak elok, dengan ditata kita harap masyarakat dan semua pihak bisa ikut menjaga bersama,”pungkasnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Normalisasi jadi kebutuhan urgen penataan Tukad Mati Legian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!