Nasib Para Penyandang Disabilitas

posbali.id

Di Gianyar Dilatih Anyam Lontar, Klungkung Rekrut Jadi Tenaga Kontrak

 

SEKITAR 25 orang penyandang disabilitas khususnya tuna rungu wicara mendapat pelatihan menganyam lontar. Pelatihan ini merupakan kerjasama Pemkab Gianyar dengan Kementerian Sosial RI melalui Panti Sosial Bina Rungu Wicara Efata (PSBRW) Kupang NTT. Anak-anak tuna rungu dari SLB dan dari panti sosial di Kabupaten Gianyar ini , dilatih berbagai jenis anyaman lontar selama 4 hari bertempat di Taman makam Pahlawan (TMP) Kerta Kertya Mandala Gianyar, tanggal 11- 14 Agustus.

Menurut Kepala PSBRW Efata, Drs. John Elfis,  program pelatihan atau kegiatan outreach (penjangkauan) untuk anak-anak disabilitas yang ada di seluruh Indonesia. PSBRW Efata sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Sosial RI berupaya untuk mewujudkan program dan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas rungu wicara melalui program khusus outreach.

Sementara itu Kadis Sosial Kabupaten Gianyar I Made Watha mengatakan, Pemerintah kabupaten Gianyar selalu berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas melalui berbagai bantuan dan beragam pelatihan yang diberikan. “Setelah mengikuti pelatihan ini mereka tidak akan kami lepas begitu saja, namun tetap kami pantau. Hasil anyaman mereka nanti akan kami upayakan untuk disalurkan ke berbagai pedagang anyaman yang ada di daerah Gianyar,” jelas I Made Watha.

Sementara dari Klungkung dilaporkan, Puluhan warga penyandang disabilitas, Kamis (11/8) menjalani pendidikan tenaga kerja khusus dan pelatihan Bahasa Inggris. Bahkan, sebagai pembuktian untuk melaksanakan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang telah disahkan dan diberlakukan pemerintah pusat pada 15 April 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi merekrut penyandang disabilitas sebagai pegawai kontrak.

Seperti yang disampaikan Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Klungkung, I Putu Suarta, perekrutan tenaga kontrak penyandang disabilitas merupakan upaya pemerintah memberikan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Tidak hanya ditawarkan menjadi tenaga kontrak saja, para penyandang disabilitas itu juga saat ini telah mendapatkan tantangan untuk menjadi guide di obyek wisata Kertha Gosa. “Saya tantang para peserta pelatihan Bahasa Inggris segera melamar dan mengikuti tes menjadi guide atau pemandu wisatawan asing untuk ditempatkan di Kerta Gosa dan Puri Klungkung, karena Pemkab klungkung saat ini tengah membutuhkan delapan pemandu wisatawan asing untuk mendukung program city tour,” ujar Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta saat memberikan pembekalan materi kepada para penyandang disabilitas.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Klungkung, I Putu Suarta sempat menjelaskan, pembekalan tenaga kerja dan pelatihan bahasa Inggris ini tidak saja diikuti penyandang disabilitas, namun warga yang lanjut usia juga ikut serta dengan total jumlah peserta mencapai 20 orang. Pembekalan ini akan dilakukan mulai tanggal 11 sampai 14 Agustus 2016 mendatang yang sumber dananya berasal dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI sebesar Rp 170 juta. baw/adi

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!