Nasib Farin-KTM Terancam di Golkar ?

posbali.id

LOBAR, POS BALI ONLINE – Sampai saat ini Partai Golkar belum menentukan arah dukungan dalam Pilkada Lobar mendatang. Merasa belum mendapat kepastian dukungan, dua kadernya yakni Nauvar Furqani Farinduan dan TGH. Muammar Arafat atau yang biasa di sapa Kak Tuan Muammar (KTM) tetap ngotot maju pada Pilkada mendatang.

 

Terkait langkah politik ke dua kadernya itu, partai Golkar pun nampaknya akan bersikap. Hanya saja, kepastian langkah yang akan diambil partai berlambang pohon beringin itu masih menunggu penetapan calon dari KPU Lobar. “Yang Pasti mengenai ketegasan partai Golkar itu sudah jangan dipertanyakan lagi, contoh saja bagaimana Fadel Muhammad yang sekelas pengurus di DPP yang berbeda pilihan dengan partai pada pilkada 2017 kemarin, akhirnya beliau dipecat,” demikian disampaikan Wakil Ketua  DPD Golkar NTB Bidang Kominfo dan Penggalangan Opini, Chris Parangan, Jumat (10/11).

 

Disampaikan Crish melalui sambungan telephon, sekelas Fadel Muhammad yang merupakan Sekretaris Dewan Pembina DPP Golkar saja ditindaktegas juga. Tak hanya Fadel, Syahril Yasin Limpo di Sulawesi dan H.M. Amin (Wagub NTB) yang berbeda pilihan pun mendapat sanksi serupa. “Termasuk saat merekomendasikan pemecatan H. Umar Said yang saat itu menjabat Ketua DPRD NTB,” ujarnya memberi beberapa contoh.

 

Ketegasan tegas Golkar terhadap dua kadernya yang tetap ngotot maju tanpa menunggu kepastian Partai Golkar, kata dia,  tentunya tidak bisa langsung dilakukan. Golkar akan menunggu keputusan penetapan pasangan calon oleh KPU Lobar pada Februari mendatang. Saat ini, lanjutnya, ibarat masih saling midang (lobi-lobi), sehingga belum pasti mereka maju sebagai paslon di Pilkada nanti.“Tunggu saja setelah penetapan calon oleh KPU Lobar Februari tahun depan, pasti partai bersikap,”jelasnya.

 

Dia menyatakan, sangat tidak etis menghakimi dua kader tersebut sebelum ada penetapan dari KPU. Tentunya, kata Crish, akan menjadi jelas ketika sudah ada penetapan calon dari KPU Lobar. Crish juga belum memastikan bahwa SK dukungan Golkar akan diberikan ke petahana.

 

Pria yang selama ini selaku juru bicara DPD Golkar NTB memberikan ilustrasi bagaimana ketokohan Dedi Mulyadi selaku pengurus Golkar. Ketika partai tidak memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk maju di Pilkada Jawa Barat, justru yang bersangkutan legowo dan meminta kader Golkar solid mendukung keputusan partai. Terlebih, kata dia, bahwa pilkada Lobar menjadi ajang pertarungan para kader Golkar.

 

Seperti diketahui, Bakal calon Bupati Lobar Nauvar F Farinduan dan pasangannya TGH.Muammar Arafat telah berketetapan hati untuk maju pada Pilkada 2018 mendatang. Selain ke dua kader Golkar itu, masih ada nama Ketua DPD Golkar Lobar Hj. Sumiatun yang akan maju sebagai pendamping H. Fauzan Khalid yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lobar.

 

TGH. Muammar Arafat dalam sebuah kesempatan di acara Pra Deklarasi paket Farin-KTM mengatakan, langkah dirinya maju di Pilkada Lobar adalah untuk pengabdian. Menurutnya, banyak ruang pengabdian yang bisa dilakukan. Karena itu lah, segala konsekuensi harus diterima termasuk bagaimana nasibnya di Golkar ke depan. “Awalnya saya berencana maju jadi Cabup mengumpulkan 36 ribu KTP. Namun setelah kami berpasangan maka saya terima menjadi Cawabup. Karena ini adalah untuk pengabdian,” jelasnya seraya menambahkan dirinya siap menerima konsekuensi demi sebuah perjuangan untuk pengabdian tersebut. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!