Nangluk Mrana lan Pemlepeh Jagat Desa Adat Kuta minim timbulkan ke kroditan lalin

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Pelaksanaan upacara Nangluk Mrana lan Pemlepeh Jagat Desa Adat Kuta berlangsung secara tertib dan lancar. Dari pantauan lapangan, Kamis (6/12) jalannya upacara hampir minim menimbulkan kekroditan. Kendati sempat terjadi antrian, hal itu terjadi hanya beberapa saat dan pada saat upacara di masing-masing persimpangan dan di depan pura dalem kahyangan. Hal tersebut diperkirakan karena setiap pelawatan ida bhatara bersama pangiring masing-masing tidak berbarengan menuju ke pura Dalem Kahyangan Kuta.

 

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista disela-sela upacara tidak menampik kondisi tersebut. Dimana Kuta sebagai daerah pariwisata memang wajib dijaga kondisinya, tanpa mengabaikan prosesi adat, agama dan upacara yang ada di masyarakat Kuta. Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada para petugas di lapangan, baik pecalang satgas pantai, Satpol PP, Dishub dan Kepolisian yang membantu pihaknya mengatur kelancaran lalin di Kuta. Pihaknya mengaku juga senantiada berkoordinasi dengan lurah dan camat, sehingga keduanya bisa ikut menyertai jalannya upacara. “Atas nama desa saya mengaturkan terimakasih kepada instansi yang terlibat, sehingga bisa lancar dan tidak ada komplain dari wisatawan. Walaupun mungkin ada keterlambatan, namun itu tidak sampai membuat macet total. Jadi lalin memang tidak tutup total, tapi buka tutup. Sehingga upacara bisa berjalan lancar dan akses ke bandara tidak krodit,”terang Wasista.

 

Dijelaskannya Upacara Nangluk Mrana dan Pamlepeh Jagat maknanyanya adalah ‘Nyarunin Sasih Mrana’, yang membawa wabah penyakit dan sebagainya. Dengan digelarnya upacara tersebut ia berharap masyarakat desa adat Kuta tidak terkena wabah penyakit ataupun hal negatif lainnya  akibat pengaruh ‘sasih mrana’. Setelah upacara selesai, nanti umat akan mendapatkan nasi tawur dan tirta yang diberikan kepada masing-masing krama melalui masing-masing kliang banjar. “Upacara ini diikuti oleh kerama desa adat Kuta yang berjunlah 13 banjar. Ini rutin dilaksanakan tiap tahun pada sasih kenem, dengan mengambil waktu kajeng kliwon,”sebutnya.

 

Untuk prosesi upacara tersebut, diterangkannya dimulai dari jam 7 pagi. Dimana masing-masing banjar menggelar pacaruan di batas wilayahnya masing-masing. Dari sisi utara yaitu banjar Pelasa, sedangkan di Catus Pata dari banjar Merta Jati. Kemudian dilanjutkan upacara di pantai Kuta dengan memohon tirta dari tengah samudra. Setelah itu selesai maka dilaksanakan prosesi mepeed tirta untuk kemudian dilinggihkan ke Pura Dalem Kahyangan. Namun sebelum tirta itu masuk ke Pura, dilakukanlah penyambutan dengan penyamblehan celeng butuan.

 

Sementara dari sisi selatan yaitu di simpang kediri dan patung baruna, dilaksanakan upacara dengan pelawatan dari pura tanjung pikatan dan banjar segara. Kemudia dilanjutkan pelawatan barong bang dari banjar tegal yang sudah melaksanakan upacara di pertigaan Singasari dan didepan pasar seni. Disusul dengan beberapa pelawatan ida bhatara lainnya yang setelah melakukan upacara, maka akan dilinggihkan di Pura Dalem Kahyangan. “Dalam upacara kali ini, ada satu pelawatan ida yang tidak ikut, yaitu pelawatan dari banjar pemamoran. Sebab pelawatan ida bhatara rencannaya akan mesuci ke segara. Jadi prosesinya sama, cuma satu pelawatan saja yang tidak ikut. Jadi pelaksanaan upacara ini sesuai dengan rencana waktu yang kita perkirakan, yaitu jam satu siang,”tegasnya.

 

Ditambahkannya pelaksanaan upacara tersebut sebenarnya bukan hanya dilaksanakan oleh kerama desa adat Kuta, tapi juga dengan pengusaha yang ada di palemahan desa adat Kuta, baik hotel, restoran dan pengusaha lainnya. Dimana ditiap usaha terkait, didirikan palinggih sanggah cucukan. Dengan adanya sanggah cucukan itu, maka setiap pengusaha harus menghaturkan banten segehan dan tirta yang didapat dari desa. Dimana pengusaha bisa meminta tirta tersebut ke tiap banjar tempat usahanya berdiri. Tujuannya adalah agar usaha terkait juga terbebas dari pengaruh negatif sasih mrana dan selamat dalam berusaha di Kuta. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!