Musyawarah Kerja di Jogja Kepala SMANSA Denpasar Berpulang, Diduga Serangan Jantung

posbali.id
Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd (alm)

 

DENPASAR, POS BALI – Kepala SMA Negeri 1 (SMANSA) Denpasar, Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd meninggal dunia Selasa (7/11) dini hari di Rumah Sakit dr. Sardjito, Yogyakarta. Penyebab meninggalnya Purnajaya lantaran terkena serangan jantung saat mengikuti kunjungan kerja Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Denpasar ke Yogyakarta.

Selasa, (7/11), sejumlah keluarga yang berasal dari Banjar Jelijih, Desa Jelijih Punggang, Pupuan, Tabanan, mulai mendatangi rumah duka yang terletak di bilangan Jalan Trengguli Gang IV, Denpasar. Mereka tampak tengah bersiap menjemput jenazah yang dijadwalkan akan tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 18.30 Wita. Ketika sampai di Bali, jkenazah akan dititipkan di RSUP Sanglah sebelum diadakan upacara kremasi pada Selasa (14/11) yang akan datang di Krematorium Santa Yana, Jalan Cekomaria, Denpasar

Menurut penuturan Kadek Astini Purnajaya,  kepergian ayahnya terbilang mendadak. Ayahnya dinyatakan tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Saat meninggalkan rumah untuk mengikuti kunjungan kerja ke Yogyakarta, Sabtu (4/11) pagi pun ayahnya dinyatakan tampak baik-baik saja. Ia sangat terkejut setelah mendengar bahwa korban sakit hingga harus dirujuk ke rumah sakit pada Sabtu sore.

“Setelah mengetahui bapak (Purnajaya, red) sakit, Minggu sore ibu langsung bertolak ke Yogyakarta. Tadi subuh (Selasa, red) sekitar pukul 03.00 Wita saya mendapat telepon bahwa bapak sudah tidak ada,” imbuhnya

Astini mengaku tidak ada firasat buruk terhadap kepergian ayahnya. Ia dan keluarga besar pun mengaku telah merelakan kepergian ayahnya yang sebulan lagi akan menginjak usia 59 tahun itu. “Di mata saya, bapak adalah tauladan bagi anak-anaknya. Di keluarga besar pun bapak merupakan contoh. Bapak adalah sosok yang disiplin dan pekerja keras,” kenangnya.

Purnajaya meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yaitu Wayan Astawa Purnajaya, Kadek Astini Purnajaya, Komang Devi Methili Purnajaya, dan Ketut Maha Bhaskara Purnajaya. Sebelum menjadi kepala sekolah di SMANSA Denpasar, Purnajaya merupakan seorang guru matematika. Pada tahun 2012, ia diangkat menjadi Kepala SMANSA Denpasar. Di bawah kepemimpinannya sejumlah prestasi pun berhasil diraih.

Kehilangan yang mendalam juga dirasakan siswa SMANSA Denpasar. Galangkangin Gotera, salah seorang siswa berprestasi yang sempat meraih medali emas dalam gelaran OSN 2017 mengaku sangat terkejut mendengar berita kepergian sang kepala sekolah. “Saya merasa kehilangan atas kepergian bapak, terlebih beberapa bulan lagi saya akan menjalani olimpiade tingkat internasional. Beliau merupakan salah satu motivator di sekolah, namun sayang sekali beliau sudah berpulang sebelum saya berlomba dan memberikan yang terbaik untuk sekolah dan  khususnya untuk bapak,” ungkapnya saat dihubungi POS BALI via telepon. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *