“Moksa Bali” Ganti Nama Jadi “Soka”

KUTA, POS BALI ONLINE – Setelah menuai cibiran dan protes oleh sejumlah tokoh, terkait nama usaha night club Moksa Bali yang dirasa melenceng dan cenderung memplesetkan tujuan utama agama Hindu tersebut, akhirnya pihak manajemen mengubah nama usahanya dengan variasi ornamen simbol yang bila dieja membentuk kalimat ‘Soka’.

Hal tersebut terpantau, Senin (4/9) saat POS BALI melewati depan usaha terkait. “Kami memang sudah mengganti nama usaha kita menjadi Soka dan ornamen kepala Budha sudah kami hilangkan. Begitu kami tahu itu mengundang pro dan kontra, kami sudah langsung berusaha menggantinya,”ujar Sugiarto Halomoan Siahaan selaku perwakilan owner.

Selain hal itu, pihaknya mengaku juga saat ini sedang mengurus proses perizinan perubahan nama tersebut. Namun untuk legalitas IMB usaha, pihaknya sudah mengantonginya lebih dahulu. Sebab usaha yang dikelolanya merupakan bekas usaha Embargo yang telah mengantongi izin. Pihaknya mengaku berkomitmen untuk memenuhi semua proses perizinannya sesuai aturan yang ada.

“Dari awal kami tidak bermaksud yang namanya menyinggung perasaan umat. Kami memohon maaf atas kekeliruan kami. Kami juga sudah jelaskan dan terus berkoordinasi dengan Pol PP, Desa Adat, Camat dan Kaling, kami memohon maaf sebelumnya dan kami sudahclear-kan semua,”jelasnya sembari mengaku masih menunggu petunjuk dinas perizinan terkait.

Sementara General Manager Soka Night Club, Doddy Wirawan juga menyampaikan permintaan maafnya, dan menegaskan tidak ada maksud menodai atau menginjak-injak kalimat Moksa. Bahkan, ia mengaku mensucikan kalimat moksa tersebut, karena pihaknya beragama Hindu dan merupakan kepercayaannya. Namun, kalimat Moksa yang terkandung dalan moksa Bali, diakuinya berbeda dengan Moksha yang tercantum dalam kitab suci Hindu. Yang mana kalimat moksa dalam moksa Bali tidak berisi huruf h.

Dipaparkannya, pemilihan nama Moksa sebenarnya adalah untuk mengangkat image Jalan Legian, yang belakangan ini disorot karena maraknya kasus kriminal yang terjadi, dan terekspose di medsos. Karena itulah, pihaknya ingin membuat tempat hiburan di Legian yang nyaman, penuh kedamaian, kebahagiaan. Sehingga, wisatawan yang menghabiskan waktu dan uangnya ke tempat hiburan malam merasa enjoy.

“Liberasi dan fi losofi kebebasan atas nama moksa itu sendiri yang dulu sebenarnya kita angkat, atas semua yang terjadi dan terkspose di Jalan Legian. Kami ingin memberikan energi yang baru, night club itu bukan hal negatif di negeri asalnya yaitu negara barat (luar negeri),”bebernya.

Dihubungi terpisah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara membenarkan bahwa Moksa Night Club telah mengganti nama menjadi Soka Night club. Pihak terkait sudah membuat surat pernyataan dan mengaku sedang mengurus izin dengan nama baru. “Kami beri toleransi satu minggu untuk menunjukkan bukti sudah mengurus izin dimaksud. Kalau tidak, kami akan berikan surat peringatan lagi,”paparnya.

Dipaparkannya dalam masa pengurusan izin, sebenarnya Soka Night Club belum boleh beroperasi, namun jika pihak bersangkutan sudah menunjukkan bukti pengurusan izin, maka pihaknya bisa memberikan toleransi dibarengi dengan langkah pembinaan. Hal tersebut adalah bentuk upaya mempermudah proses investasi seperti yang dicanangkan Bupati Giri Prasta. Namun jika pihak terkait tidak ada niat berbuat baik, maka pihaknya menegaskan usaha tersebut tidak boleh beroperasi sebelum perizinan dimiliki. 023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *