Mobil Derek Dishub Badung Masih Nangkring di Dealer

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Kendati mobil derek Dishub Badung dinyatakan siap dipakai, namun keberadaan mobil tersebut sampai saat ini ternyata masih dititipkan di dealer. Hal tersebut dikarenakan proses pembayaran yang relatif molor, sehingga saat ini operasional mobil senilai Rp 1,5 milyar tersebut hanya bisa dipergunakan sangat terbatas. “Mobil dereknya sudah ada, tapi masih di taruh di dealer, karena masih proses pembayaran. Itu jumlahnya satu unit dari pengadaan tahun 2018, karena ada penundaan pembayaran maka itu dibayar tahun 2019 ini. Tapi kalau diperlukan itu bisa diambil kok,”ujar Kadishub kabupaten Badung AA Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (6/2).

 

Diterangkannya, jika mobil tersebut dibayar pada tahun 2019 ini. Maka mobil derek tersebut nantinya akan ditempatkan di UPT LLA Badung Selatan, untuk mendukung operasi penertiban lalulintas. Operasional mobil derek itu akan menyesuaikan dengan jadwal operasi di bidang terkait, seperti UPT bidang lalin, atau bersama tim gabungan. Saat ini pihaknya mengaku masih menyusun jadwal terkait hal itu. “Jadi kalau mobil derek itu diperlukan, kita akan atensi. Termasuk saat giat sipamanpadu, atau kegiatan Pol PP yang menyangkut ketertiban umum,”sebutnya.

 

Dengan adanya mobil derek tersebut, diakuinya tentu itu akan menjadi penegas tindakan persuasif. Sebab selain di tipiring, maka pelanggar terkait akan di derek mobilnya. Hal tersebut tentu akan lebih membuat si pengendara yang membandel melanggar parkir akan menjadi lebih jera. Untuk membuat operasional mobil derek tersebut menjadi optimal, pihaknya mengaku sudah mengajukan Perda Lalulintas Jalan dan Angkutan yang akan mengatur terkait denda bagi mobil yang di derek. Dimana biaya penderekan nanti akan dikenakan kepada oknum pelanggar terkait. “Perda itu sudah kita ajukan dan kini ada dibagian hukum. Sementara kita bisa dipakai Perda no 7 tahun 2016, tentang ketertiban umum dengan leadingnya Pol PP,”imbuhnya.

 

Sementara KasatPol PP Badung, IGAK Surya Negara menilai keberadaan mobil derek tersebut akan sangat bagus dan memang diperlukan sekali dilapangan. Sebab jika kendaraan yang melanggar parkir tersebut digemboskan atau di gembok saja, hal itu tidak akan menyelesaikan masalah. Terlebih bagi Kuta yang memiliki akses jalan yang relatif sempit, tentu akan membuat mobil pelanggar tidak bisa berpindah. “Jadi akan sangat bagus pe egakan di lapangan, ada langlah riil. Pelanggar bukan hanya tipiring, tapi di derek. Jadi para pelanggar ini akan kapok dan langkah ini juga sekaligus mengurai kemacetan,”ujar Surya Negara.

 

Sejauh ini operasional mobil derek tersebut bisa dipergunakan mengacu pada Perda no 7 tahun 2016, tentang ketertiban umum. Namun memang dalam ketentuanya, tidak ada istilah penderekan tapi tipiring. Derek tersebut bisa dikategorikan sebagai sanksi langkah tegas (represif), setelah sebelumnya dilakukan langlah edukasi dan persuasif. Karena itulah ia berharap mobil derek tersebut kedepan bisa bersinergi dengan giat Pol PP, sehingga penertiban tersebut bisa memberikan dampak positif secara maksimal. “Kita harap mobil derek itu bisa 2 kali dalam seminggu ikut turun bersamaan giat Pol PP. Sebab pelanggaran parkir ini hampir setiap hari terjadi di Kuta, rutinitas mobil ini sangat perlu. Saat ini kita hanya bisa memakai kalau ada event, dengan bersurat dulu ke Dishub,”jelasnya sembari tidak memungkiri terbatasnya penggunaan mobil derek terkait dengan masalah pembayaran.

 

Kendati sudah bisa dipergunakan, namun penggunaan mobil derek itu diakuinya tidak akan mampu mengenakan biaya derek kepada pelanggar terkait. Sebab belum ada regulasi yang mengatur terkait besaran denda biaya derek tersebut kepada pengendara. Jika penggunaan derek tersebut mengacu pada Perda ketertiban umum, maka itu hanya dikenakan sanksi berupa biaya denda tipiring oleh jaksa dan hakim. “Jadi kedepan Perda Lalulintas dan Angkutan Jalan sangat diperlukan, agar biaya derek ini bisa ditentukan dan diatur. Kalau sekarang kita hanya bisa kenakan tipiring saja, denda itu hanya untuk masuk kas negara,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!