Miskin, Pasien RSUD Tabanan Tak Ditemani

posbali.id

 

Dadong Nyondeng saat terbaring lemas di IGD RSUD Tabanan.

TABANAN, POS BALI – Bak Jatuh Tertimpa Tangga, demikian pribahasa yang menggambarkan penderitaan Dadong Ni Ketut Nyondeng asal Banjar Pake Sande Pupuan, Tabanan yang jatuh sakit dan harus dirawat di IGD RSUD Tabanan saat menunggu anaknya yang sedang sakit Stroke di RS yang sama.

Ketika ditemui di ruang IGD RSUD Tabanan, Selasa (17/4),Dadong yang kini berusia 77 tahun itu hanya terbaring lemah ditempat tidurnya. Tidak banyak kata-kata yang bisa terucap dari bibirnya. Dikatakannya, ia sakit setelah  3 hari menunggu sang anak Ni Wayan Kariani (55) dirawat di ruang High Care Unit (HCU)/Stroke  Corner di Rumah sakit yang sama. Pun begitu dengan kondisi Ni Wayan karini yang terbaring lemas dengan selang ogsigen menutupi hidungnya.

Diduga karena kelehan selama menemani anaknya yang sakit, terlebih tidur dil antai, fisik yang sudah renta membuat Dadong Nyondeng ikut terbaring lemah.  Karena tak bisa bangun, Dodong Nyondeng pun dibantu oleh penunggu pasien lainnya. “Sing ngidih bangun tyang, lantas tyang ngidih tulung (saya tidak bisa bangun, terus saya minta tolong-red),” kata Dadong Nyondeng.

Saat masuk RS Tabanan, 13 April, Dodong Nyondeng mengantar anaknya yang dahe tua (tidak menikah) karena mengaku kakinya lemas tidak bisa bergerak. Sebelum kejadian, kata Dadong Nyondeng, sang anak pergi ke pasar untuk membeli daging tengah malah. Tapi diperjalanan Ni Wayan Kariani kehujunan dan setibanya di rumah mengaku lemas. “Ajik Komang (tentangga pasien-red) yang nganter ke sini,” turut Dadong Nyondeng yang sehari-hari menjadi buruh berish-bersih di kebun itu. “Tyang buruh ngabas, pang ade gen anggo meli baas, (Saya jadi buruh biar ada untuk beli beras-red),” akunya.

Praktis, Dadong Nyondeng yang sehari-hari hanya ditemani oleh anaknya Ni Wayan Kariani tak ada yang menemaninya. Termasuk sanga anak yang terbaring di HCU juga tak ada yang menemani. Untuk keperluan, seperti nebus obat, kedua pasien itu dilayani oleh staf rumah sakit setempat.

Sementara pihak RSUD Tabanan, Dokter I Gede Sudiarta menjelaskan kondisi kedua pasien tersebut. Dadong Nyodeng yang dirawat sejak 16 Aprikl, kata dr. Sudiarta, mengalami batuk, sesak, dada berdebar-debar kala menunggu sang anak yang diopname di HCU. Pasien langsung dirawat di IGD untuk pemeriksaan kondisinya. “Dari hasil pemeriksaan dokter, didapatkan tanda-tanda ada kelainan di Paru-paru yang menyebabkan pasien sesak disertai denyut jantung yang tidak teratur dan cepat,” katanya.

Lanjut dia, dari hasil rotgen ditemukan atau dicurigai terdapat perselubungan berupa masa padat, yang dicurigai kearah tumor diisertai tanda-tanda bercak di paru. Kemudian rekam jantung, didapatkan denyut jantung yang tidak teratur. “Jadi pasien ditangani oleh dua Dokter alhi, yakni alhi jantung dan alhi paru-paru,” jelasnya.

Wayan Kariani anak dadong Nyondeng yang juga terbaring sakit di HCU RSUD Tabanan

Kemudian Dokter juga emnjelaskan kondisi pasien Ni Wayan Kariani yang juga anak dari dadong Nyondeng.Wayan Kariani dirawat sejak 13 April dini hari dengan keluhan kaki lemas dan tidak bisa bergerak.  Dari hasil pemeriksaan ditemukan ada tanda-tanda perdarahan di daerah otak. “Sehingga dirawat dengan diaognasa stroke. Reteralisasi ke kiri, tangan kiri dan kaki kiri susah digerakan, komunikasi juga tidak jelas,” terang Dokter Sudiantara.

Pasien juga kata dia, memiliki riwayat tekanan darah tinggi, dan sebelum kejadian kehujanan. “Pasien ada riwayat darah tinggi yang kemungkinan tidak diketahui oleh pasien,” sebutnya.

Sementara itu kondisi pasien yang tidak ada penunggunya, kata dia, staf RSUD yang memberikan pelayanan. “Kalau ada obat yang diperlukan petugas kita yang mengambilkannya.” Sementara biaya pengobatan, pasien yang tergolong kurang mampu, maka biaya masih ditalangi oleh pihak rumah sakit. “apakah nantinya bis adialokasikan ke BPJS, atau kalau tidak punya BPJS akan diajukan ke dinas Sosial. Yang jelas pasien harus mendapat perawatan, itu yang terpenting,” pungkasnya.  020

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *