Minyak dan Emas, Jadi Primadona Investasi

posbali.id

PERKEMBANGAN bisnis investasi di Bali mulai didominasi oleh produk minyak mentah dan emas yang menjadi primadona. Bahkan, dari sekian produk investasi, sekitar 30 persen cenderung lebih memilih investasi minyak mentah dan emas di Bali. Demikian disampaikan Heru Prasetya, selaku edukasi bisnis trading dari PT Monex Investindo Futures.

Ditegaskannya,  komoditi minyak mentah dan emas ataupun perak menjadi primadona investasi di Bali, karena harganya cenderung naik. “Ada banyak peluang trading investasi, tapi komuditi minyak maupun emas jadi primadona, karena risikonya lebih kecil,” katanya di Denpasar, Rabu (10/8).

Dijelaskan, selama ini investasi emas harganya cenderung naik dan banyak yang trading. Meskipun harga minyak mentah turun tapi tetap juga banyak yang memilih investasi tersebut, karena dianggap tidak banyak berisiko. “Kita lihat lebih dari 30 persen memilih komoditi minyak dan emas dibanding bertransaksi di valas,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Made Sugiarta selaku Manager Relation PT Monex Cabang Denpasar. Dia juga mengakui nasabah untuk investasi emas dan minyak mentah semakin meningkat. Bahkan, di Denpasar saja nasabahnya sudah ribuan atau sekitar dua ribu nasabah. “Pertumbuhan investasi sampai dua miliar per bulan. Ada yang buka seribu dolar bahkan ada sampai dua juta dolar yang berinvestasi. Memang realitanya seperti itu, tergantung nasabahnya,” katanya.

Selain itu, banyak nasabah yang ingin berinvestasi tapi tidak mendapat informasi yang benar. Karena banyak investasi di dunia maya dan abalabal. Apalagi banyak pula yang tidak menawarkan garansi padahal risikonya besar. “Bagaimana meminimalkan kerugian makanya perlu dilakukan edukasi terus menerus, meskipun sudah jadi klien juga tetap dibimbing,” ujarnya.

Ke depan nasabah yang berinvestasi harus jadi bisnis owner, karena beda dengan perbankan tidak memberikan keuntungan bunga setiap bulan. Katanya kalau di investasi ada sebuat tool yang memberikan informasi yang bisa mengurangi risiko kerugian nasabah.

“Setiap nasabah agar memahami bagaimana bertransaksi. Oleh karena itu, perusahan investasi seperti Monex terus melakukan perubahan dengan menciptakan trade works, sehingga nasabah  bisa mengambil keputusan bertransaksi,” tandasnya. nan

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Minyak dan Emas, Jadi Primadona Investasi

  • 10/11/2018 pada 8:53 AM
    Permalink

    IAN HERBERT – EXCLUSIVE: The Chinese club where former Newcastle player Cheick Tiote died in training had no emergency cardiac equipment to treat him. Cheick Tiote’s Chinese club had no emergency cardiac equipment at training base where he collapsed

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!