Minim, Pemanfaatan Lontar untuk Kajian Lintas Ilmu

posbali.id
Sebagian lontar Koleksi Pusat Kajian Lontar Unud

DENPASAR, POSBALI.ID – Sebagai universitas yang didirikan dengan semangat “membuka kunci wasiat kebudayaan Bali”, Universitas Udayana sejak lama menjadikan kebudayaan sebagai Pola Ilmiah Pokok (PIP). Semangat itu kemudian didukung dengan adanya Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana yang menyimpan ratusan naskah lontar berbagai jenis.

Namun, keberadaan naskah-naskah lontar perekam peradaban luhur leluhur di Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana tampaknya belum banyak dilirik mahasiswa maupun peneliti dari fakultas lain selain Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Menurut petugas lembaga tersebut, Putu Eka Gunayasa, sejak ditugaskan dari tahun 2013, ia melihat kunjungan dari fakultas lain terbilang sangat minim.

“Mahasiswa yang banyak kesini ya kebanyakan dari FIB (Fakultas Ilmu Budaya, red). Itupun didominasi mahasiswa Sastra Bali dan Sastra Jawa Kuno,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (20/3).

Ia menjelaskan sesungguhnya naskah-naskah yang dikoleksi sangat kaya akan pengetahuan lintas bidang. Mulai dari bidang sastra, ekonomi, politik, teknologi arsitektur, hingga pengobatan. Sebagai contoh, teks usada (pengobatan tradisional) diyakini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran atau Fakultas MIPA.

“Kalau kami di Pusat Kajian Lontar memiliki 75 naskah usada. Itu isinya bukan hanya soal pengobatan, tapi juga berisi pengetahuan tentang merawat diri atau kecantikan dengan obat-obat herbal. Ini jika dipelajari dan dipadukan dengan pengetahuan modern tentu potensial (dikembangkan) sebagai ramuan herbal,” terangnya.

Guna menerangkan, salah satu naskah yang menguraikan teknik perawatan kesehatan dan kecantikan tubuh adalah naskah berjudul Indrani Sastra. Naskah yang keadaannya masih sangat baik itu menguraikan secara lengkap khasiat-khasiat tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perawatan tubuh. Konon, teks ini merupakan rujukan para wanita istana di zaman dahulu agar tampil cantik dan mempesona.

“Kalau ini dimanfaatkan kan sangat baik. Belum lagi naskah usada yang lain, khasiatnya mungkin sama dengan obat herbal China yang banyak beredar di pasaran. Bedanya mereka sudah dimanfaatkan, tetapi kita masih takut untuk dipelajari,” tandasnya berharap penelitian berbasis lontar bisa terlaksana. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *