Minim Fasilitas Transportasi, Karangasem Sulit Raih WTN

posbali.id

Nyoman Sutirtayana

ANGAN-ANGAN Pemkab Karangasem  mendapatkan WTN (Wahana Tata Nugraha) sepertinya terganjal. Sebab tim penilai dari Kementerian Perhubungan menemukan banyak kekurangan fasilitas transportasi di Karangasem. Salah satunya yang paling vital adalah tidak adanya angkutan umum seperti bus atau angdes (angkot) dan juga ketersediaan terminal yang memadai.

Ketua tim penilai WTN wilayah Bali NTB, Muhammad Malawan mengatakan penilaian yang paling mendasar suatu Kota mendapatkan WTN adalah memiliki sarana dan fasilitas transportasi yang mampu melayani masyarakat dengan baik. Namun dari hasil penilaian tim, pihaknya menemukan beberapa kekurangan sarana transportasi di Bumi Lahar. “Transportasi umum sangat berkurang drastis, kita harapkan upaya pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali transportasi umum,” ujar Malawan saat menyampaikan hasil penilaian WTN di aula Pemkab Karangasem, Rabu (10/8) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut Asisten II Pemkab Karangasem Made Sujana Erawan yang mewakili Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri. Didampingi jajaran Dinas Perhubungan Pemkab Karangasem. Selain itu, Muhammad juga menyorot keberadaan terminal yang masih belum termanfaatkan dengan baik.

Pihaknya menyebut terminal Karangsokong perlu dioptimalkan kembali sehingga keberadaanya tidak mubazir. Sementara untuk terminal pasar Amlapura yang kini justru dikuasai pedagang pihaknya mengharapkan pemerintah daerah melakukan penataan. “Terminal dipakai lokasi berjualan itu jelas tidak baik, makanya kami harapkan pemerintah daerah nanti melakukan penatàan,” terangnya.

Pihaknya mengharapkan bahwa hasil temuannya itu ditindaklanjuti dengan dicarikan solusi sehingga nanti akan melakukan penilaian tahap akhir yang dilakukan bulan September 2016. “Akhir September kita umumkan hasil pleno penilaian apakah dapat WTN atau tidak,” tegasnya.

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *