Mimbar Khonghucu

posbali.id

Ajaran Moral Merupakan Penjabaran Keimanan

 

N. Sunarti

DEWASA ini, negeri kita menghadapi berbagai persoalan. Di sana-sini ada konfl ik social. Ada tindakan teroris, ada berbagai tindak pidana, baik dilakukan oleh rmaja maupun orang yang sudah tergolong dewasa, bahkan sudah berstatus lansia.

Semua tindakan manusia memiliki hubungan moral ataupun etika. Sehubungan dengan itu, maka dalam artikel ini, ada baiknya kembali dipaparkan mengenai moral ataupun etika. Ajaran moral yang diturunkan Agama Khonghucu, langsung menyangkut prilaku di dalam penghidupan yang bersifat praktis. Oleh karena itu wajib dicamkan bahwa betapapun indah, praktis dan bermanfaatnya ajaran itu, tanpa dasar keimanan yang mantap maka akan menjadi dangkal dan gersang.

Ajaran moral atau etika adalah penjabaran keimanan Konfusiani. Karena itu, perlu disadari bahwa semuanya itu tidak dapat dilepaskan, bahkan berpadu erat dengan dasar-dasar keimanan Agama Khonghucu. Dengan menyadari itulah, dapat dihindari kesalahan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Ajaran iman Agama Khonghucu membimbing umat mengimani bahwa hidup manusia adalah oleh fi rman Tian dan fi rman itu menjadi Watak Sejatinya yang merupakan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan. Oleh karena itu, hidup manusia wajib berupaya mampu menegakkan fi rman dengan menggemilangkan kebajikan yang dikaruniakan itu.

Malik Alee dalam postingan artikelnya (http://malikale12.blogspot.co.id/2012/05/) mengemukakan, menggemilangkan, kebajikan tidak berarti hanya membangun kesucian dan kecerahan bagi diri sendiri tetapi wajib mengamalkan di dalam kehidupan ini. Itulah yang wajib terus menerus diupayakan agar mampu mencapai puncak baik. Hal ini menyangkut bagaimana wajib menjalin hubungan yang indah dan baik kepada Tian Tuhan Khaliq Semesta Alam, Di atau bumi yang menjadi pendukung kehidupannya maupun kepada sesama manusia dan sesama makhluk, sehingga terjalin hubungan yang harmonis di dalam San Cai: Tian Di Ren atau Tuhan Yang Maha Esa, Semesta Alam dan manusia serta segenap makhluk.

Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur. Khonghucu memang bukanlah pencipta agama ini melainkan beliau hanya menyempurnakan agama yang sudah ada jauh sebelum kelahirannya seperti apa yang beliau sabdakan: “Aku bukanlah pencipta melainkan Aku suka akan ajaranajaran kuno tersebut”. Meskipun orang kadang mengira bahwa Khonghucu adalah merupakan suatu pengajaran fi lsafat untuk meningkatkan moral dan menjaga etika manusia. Memahami secara benar dan utuh tentang Ru Jiao atau Agama Khonghucu, maka orang akan tahu bahwa dalam agama Khonghucu juga terdapat ritual yang harus dilakukan oleh para penganutnya. Agama Khonghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut “Ren Dao” dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/ Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah “Tian” atau “Shang Di”.

Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini. Ia meninggal dunia pada tahun 479 SM. Konfusianisme mementingkan etika yang mulia dengan menjaga hubungan antara manusia di langit dengan manusia di bumi dengan baik. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!