Mengelola Dana Desa

posbali.id

SETELAH Undang-Undang tentang Desa disahkan, semua desa mendapat dana yang cukup besar. Namun dana besar tenyata bisa mengundang masalah. Pasalnya, sumber daya manusia (SDM) aparat desa yang akan mengelola dana kucuran pemerintah itu masih belum terampil, sehingga dikhawatirkan muncul hal-hal yang tidak diinginkan.

Supaya tidak muncul masalah dalam pengelolaan keuangan, Wabup Badung I Ketut Suiasa belum lama ini menekankan pentingnya tertib keuangan terkait penggunaan dana desa, sehingga terciptanya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Tertib keuangan itu harus dilaksanakan perbekel beserta jajarannya. Apalagi dana ke desa saat ini cukup besar, sehingga harus benar-benar peruntukannya bagi kesejahteraan masyarakat desa. Selama ini, kelemahan pihak pemerintahan desa terdapat pada perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan desa yang harus dapat segera diatasi. Pengelolaan keuangan dengan alokasi yang besar sesuai dengan UU Desa itu harus diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai guna dapat melakukan pertanggung jawaban keuangan yang benar dan professional.

Selain aparat desa dituntut punya keterampilan teknis, yang sangat diperlukan adalah mental kejujuran. Meskipun terampil dalam hal administrasi, jika tak jujur, jelas hal itu tidak diharapkan. Selain jujur, juga memiliki etos kerja yang baik, sehingga mampu mengembangkan inovasi-inovasi yang dapat memperlancar tugas-tugas pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, perbekel dan perangkat desa sebagai lembaga yang bertugas membantu penyelenggaraan pemerintahan desa, memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung tertibnya pelaksanaan pembangunan di desa. Yang rupanya perlu diingat, pembangunan apapun yang dilakukan, tujuan akhirnya adalah demi kebahagiaan lahir batin. Itu artinya, pembangunan jalan, irigasi, bale banjar, wantilan, pura, dan sebagainya bertujuan untuk meraih kebahagiaan lahir batin.

Lihatlah Catur Purusa Artha: dharma, artha, kama dan moksa. Pedoman ini sangat rasional. Dharma (kebenaran), artha (materi), kama (keinginan,cita-cita) dan moksa (kebahagiaan), harus dimiliki setiap orang. Pedoman itu dapat memberikan arah dalam setiap langkah yang kita lakukan. Aparat desa tentu perlu memperhatikan hal ini demi suksesnya pembangunan.

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!