Menangani “Street Crime”

posbali.id

KASUS terbunuhnya anggota TNI, Yanuar Setiawan (20) yang terlibat dalam perkelahian di Jl. Baypass Ngurah Rai, Jimbaran, rupanya banyak meninggalkan hikmah. Selain merupakan pelajaran bagi orangtua, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya (karena pelaku perkelahian itu anak remaja, bahkan ada di bawah umur), hikmah juga bisa dipetik dari aparat keamanan.

Pihak kepolisian misalnya segera membentuk tim yang khusus menangani kasus kejahatan jalanan untuk memberantas premanisme dan geng motor. Sebagaimana dikatakan Kapolda Bali Inspektur Jenderal Petrus Golose, Senin (17/7) lalu, pihaknya akan fokus masalah “street crime” di Bali pada semester kedua tahun ini. Tim khusus yang diambil dari Satuan Sabhara tersebut tidak akan dibekali senjata api, hanya senjata dengan daya kejut. Anggota yang ditugaskan pun dipilih secara khusus. Misalnya, memiliki tinggi badan 170 centimeter dan bertubuh langsing. Tugas mereka, memerangi kejahatan yang kerap terjadi di jalanan seperti penjambretan dan premanisme hingga perkelahian antarkelompok ataupun geng motor. Untuk itu, para petugas sedang melakukan latihan dan akan diterjunkan dalam waktu dekat. Adapun daerah yang dijaga, yakni diutamakan di titik-titik yang rawan terjadi kejahatan jalanan seperti di terminal, kawasan pariwisata, serta tempat keramaian lain yang menjurus ke “street crime”.

Kebijakan Kapolda tentu saja dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Apa lagi Bali, merupakan destinasi wisata. Petugas keamanan ini, tentu saja memiliki kewajiban memberikan rasa keamanan kepada siapapun. Sebagai polisi, tentu saja mereka tidak akan menutup mata, jika ada tindak criminal lain, selain disebutkan tadi.

Selain memberikan rasa aman terhadap ancaman criminal, aparat yang diterjunkan ini, rupanya juga akan berpengaruh terhadap kasus lain. Misalnya, jika juga disebar di daerah rawan kecelakaan lalu-lintas, para pengguna jalan rupanya juga akan merasa terawasi hingga lebih berhati-hati. Daerah rawan kecelakaan ini, misalnya di beberapa tempat “Jalur Tengkorak” Denpasar-Gilimanuk”. Atau apakah juga akan diterjunkan aparat khusus untuk menangani masalah laka ini? (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!