Memihak yang Miskin

posbali.id

UCAPAN “membela yang benar” adalah penggalan sebuah lagu wajib “Maju Tak Gentar”. Ucapan “membela yang bayar” adalah sebuah sindiran untuk sebuah sikap yang berkonotasi agak negatif, namun sering dilakukan orang. Lalu ucapan “berpihak pada yang miskin” terlontar dari Gubernur Bali Mangku Pastika. Ucapan itu dilontarkan ketika mengukuhkan 225 siswa SMAN dan SMKN Bali Mandara di Singaraja, Sabtu (20/8) lalu. Saat itu, Mangku Pastika meminta para guru dan instruktur di SMAN dan SMKN Bali Mandara yang merupakan sekolah unggulan Pemprov untuk selalu berpihak pada orang miskin. Masih ada ribuan anak miskin di Bali yang perlu bantuan kita dan itu adalah pekerjaan besar kita. Oleh karena itu, para guru dan instruktur di sini serta masyarakat Bali harus tetap berpihak kepada anak-anak miskin, demikian Mangku Pastika.

Lebih jauh Pastika mengatakan, hanya dengan cara berpihak kepada orang-orang miskin tersebut, mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinannya. Sebab, untuk bangkit sendiri, mereka sudah tidak bisa dan hanya dengan bantuan, mereka akan mampu untuk bangkit. Mangku Pastika mengaku, hal itu sangat mengganggu pikirannya. Sebab banyak anak yang miskin, punya cita-cita yang tinggi, tetapi tidak bisa melanjutkan sekolah.

Pernyataan Mangku Pastika tersebut tampaknya perlu diperhatikan secara serius. Sebab, maju-mundurnya sebuah negara atau bangsa banyak tergantung pada faktor pendidikan. Rupanya, tidak bisa dibantah, bahwa pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.

Ada beberapa hal yang menyebabkan kita meyatakan pendidikan itu penting. Pertama, efek langsung dari sebuah pendidikan adalah memberi pengetahuan. Pendidikan memberi kita banyak pengetahuan tentang berbagai hal dan segala sesuatu yang berhuungan dengan dunia ini.  Pendidikan juga dapat memberikan pandangan bagi kehidupan.

Kedua, untuk karir atau pekerjaan.  Dengan berbekal ilmu yang dibuktikan dengan ijazah, orang akan mudah mendapat pekerjaan. Ketiga, pendidikan juga dapat membangun karakter. Pendidikan mengajarkan kita pada sopan santun dan dan perbuatan mana yang baik dan mana yang benar.  Jadi, pendidikan memupuk kita menjadi individu dewasa; individu yang mampu merencanakan masa depan dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Pendidikan yang baik akan membuat kita lebih manusiawi.

Keempat, pendidikan memberikan pencerahan, dapat menghapus pemikiran yang salah dalam benak kita, membantu memberikan gambaran yang jelas tentang hal-hal yang berada di sekitar kita agar tidak kebingungan. Pendidikan mampu mengobarkan api semangat dalam diri, semangat dalam menjalani kehidupan. Kelima, pendidikan membantu kemajuan bangsa, karena masa depan bangsa aman di tangan masyarakat yang berpendidikan. Pendidikan adalah penting bagi pembangunan sosial dan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Jadi, mengingat pentingnya pendidikan itu, maka imbauan Mangku Pastika tersebut patut kita perhatikan serius. Mari, kita berpihak kepada yang miskin. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!