Membahayakan Penumpang, Atap Halte Jebol Dibiarkan

posbali.id
Halte di jalan Sudirman, Negara  yang rusak dan atapnya mulai jebol. Kondisi ini dikeluhkan warga karena berbahaya bagi pengguna. 
POS BALI/024

NEGARA, POS BALI – Pemeliharan fasilitas umum di kawasan perkotaan di Jembrana berupa halte bus dikeluhkan warga. Pasalnya, 17 halte yang ada di Kota Negara kondisnya tidak terpelihara. Bahkan beberapa diantaranya kini sudah dalam kondisi rusak seperti yang terjadi di Halte  Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

Halte yang setiap harinya selalu dipadati warga pengguna angkutan umum yang menunggu angkot maupun AKDP ini kini kondisinya rusak parah. Meskipun sempat dilakukan pengecatan namun kondisi bagian atapnya hancur lebur. Bahkan genteng dan beberapa bagian betonnya sebagian sudah berjatuhan serta kayu penopangnya sudah lapuk.

Selain itu setiap turun hujan kondisi atapnya memang bocor, bagian atap halte yang sewaktu-waktu bisa jebol ini sangat membahayakan warga yang menggunakannya. Selain ramai digunakan warga menunggu angkutan umum, pada setiap jam keluar sekolah halte ini selalu dipadati oleh siswa SMP dan SMK yang lokasinya tidak jauh dari halte itu.

I Ketut Sudarma salah seorang warga saat ditemui bersama sejumlah warga yang menunggu angkutan umum disekitar Halte, Senin (9/4)  mengatakan, tidak berani lagi berteduh dibawah halte yang nyaris jebol itu. Padahal halte tersebut adalah halte yang paling ramai digunakan oleh warga bahkan dari pagi hingga malam dipastikan  ada warga yang menunggu angkutan umum. Bahkan, tidak hanya warga kota saja yang memanfaatkannya, namun juga dimanfaatkan oleh warga dari pelosok desa. “Sekarang halte tersebut sangat membayakan.  Jadi saya sangat berharap segera dilakukan perbaikan sehingga tidak sampai memakan korban,” kata Sudarma.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana, I Made Dwi Maharimbawa saat dikonfirmasi mengatakan, di Jembrana terdapat 76 unit halte. Dari 76 unit halte tersebut, 17 diantaranya tersebar di Kota Negara dan memang kondisinya mengalami kerusakan yang cukup parah. Meskipun demikian pihaknya akan segera memperbaiki halte-halte tersebut. “Ya memang banyak yang rusak terutama di kota Negara. Namun kami akan segera perbaiki dengan memasukan di APBD Perubahan di pertengahan tahun 2018 ini,” katanya.

Lebih lanjut, Maharimbawa mengatakan, meskipun saat ini jarang ada warga yang memanfaatkan transportasi umum, namun keberadaan 76 unit halte di Jembrana ini akan tetap diperhatikan dengan menganggarkan biaya pemeliharaan rutin. “Untuk perbaikan halte untuk halte besar diperkirakan mencapai Rp40 juta. Sedangkan untuk halte-halte yang lebih kecil diperkirakan Rp 20 juta,” ujarnya. man

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *