Melalui Mensos, Presiden Jokowi Santuni Korban Tambang Emas di Sekotong

posbali.id

LOBAR, POSBALI.ID – Kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi tambang di Gunung Soge Dusun Selodong Desa Buwun Mas Sekotong yang menewas tujuh orang penambang mendapat perhatian serius dari Presiden Ri Ir. H. Joko Widodo. Melalui Menteri Sosial Idrus Marham didampingi Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, Presiden Jokowi pun menyalurkan bantuan kepada keluarga korban di wilayah Sekotong, Kamis (21/6).

 

Santunan tak hanya diberikan kepada keluarga korban yang meninggal, Mensos RI juga memberikan bantuan kepada korban yang saat ini mendapat perawatan di Puskesmas Sekotong. Untuk keluarga korban yang meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan sebesar Rp15 juta perorang. Sedangkan untuk korban yang saat ini masih mendapat perawatan, diberikan santunan sebesar Rp2,5 juta. “Untuk keluarga korban yang meninggal, kita juga akan masukkan sebagai penerima manfaat dalam program PKH (Program Keluarga Harapan),” ujar Idrus Marham seraya langsung memerintahkan Dirjen PKH untuk menindaklanjutinya.

 

Dalam penyampaiannya di Kantor Camat Sekotong, Mensos RI itu menyatakan bahwa Presiden Jokowi turut berbelasungkawa dan prihatin terhadap musibah yang menimpa para penambang emas tersebut. Untuk itulah, Presiden Jokowi memerintahkan dirinya selaku Mensos untuk menyalurkan bantuan ke keluarga korban yang meninggal dan korban yang masih di rawat. “Sesuai arahan Presiden, kalau ada bencana, atasi dan bantu dulu korbannya. Jangan berbicara prosedur, jangan diskusikan apakah sesuai aturan atau tidak. Itu belakangan,” tegasnya.

 

Dia melanjutkan bahwa perintah Presiden Jokowi sudah jelas, bahwa rakyat merupakan prioritas pertama. Dan terkait musibah tewasnya tujuh penambang emas itu, Presiden langsung memerintahkan agar pemerintah memberikan santunan terhadap keluarga korban meninggal dan korban luka-luka untuk mendapat bantuan dan juga untuk meringankan biaya pengobatan. “Salam hormat dari Bapak Presiden, sekaligus menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga yang terkena musibah. Beliau juga berpesan agar keluarga korban meninggal menerima bantuan sosial PKH itu,” sambungnya.

 

Sementara itu, Pjs Bupati Lobar H. Lalu Saswadi dalam sambutannya berharap agar kejadian serupa itu tidak terjadi lagi. Untuk itu, pasca musibah itu, Tim Kabupaten Lobar sudah turun ke lokasi untuk mencari solusi dan juga memberi masukan ke para penambang untuk menghentikan aktivitas penambangan. “Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, karena memang sudah sering terjadi. Baik yang terdata maupun tidak, setidaknya sudah 3 sampai 4 kali kejadian seperti ini,” singkatnya.

 

Sementara itu, Ibu Supiyah (40) istri dari Alm Supar (45) salah seorang korban meninggal dunia di musibah tambang emas itu mengaku lega karena akan mendapat bantuan dari pemerintah berupa PKH. Perempuan warga Dusun Banyumulek ini menceritakan selama ini ia belum terdaftar sebagai peserta PKH. Ia berharap, kelak ketika sudah menerima PKH akan digunakan untuk membiayai keperluan sekolah anaknya terlebih suaminya sebagai pencari nafkah utama telah meninggal dunia.  “Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada perhatian pemerintah. Saya akan gunakan sebaik-baiknya untuk keperluan sekolah anak,” pungkasnya singkat. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!