Medali dan Bendera

posbali.id

Glan Iswara

APA yang membanggakan dari medali dan bendera? Tidak hanya atlet Olimpiade yang bisa menjawabnya. Jutaan pemirsa di tanah air ikut merasakan dan merayakan kebanggaan bangsanya. Fiji misalnya, sebuah negara pulau kecil di laut Pasifik, meluapkan kebanggaan nasional atas medali emas yang pertama kali mereka raih selama kancah Olimpiade.

Ketika saya tulis artikel ini, Indonesia sudah memperoleh dua medali perak di Olimpiade Rio 2016. Cukup membanggakan dengan posisi di atas Portugal atau  Norway yang masing-masing meraih satu medali perak.

Dalam Olimpyc kuno zaman dulu, para juara hanya menerima sebuah mahkota daun Laurel (Laurus nobilis) sebagai hadiah. Menurut legenda, daun itu dikumpulkan dari hutan keramat di dekat kuil Zeus di Kota Olympia. Sejak Olimpiade Athena 1896 (yang pertama di abad modern), para juara juga diberikan hadiah medali perak dan sebuah diploma. Medali emas, perak, dan perunggu (dan pita warna-warni dikalungkan di dada atlet) pertama kali diberikan pada Olimpiade 1904 St Louis. Sejak Olimpiade Roma 1960 medali dan pita mulai digantungkan di leher atlet juara.

Akan halnya bendera? Ada semacam sentimen nasionalisme yang membuat orang tersentuh melihat bendera nasional mereka berkibar diiringi lagu kebangsaan atlet yang meraih medali.  Yang patriotik akan memberi hormat. Yang fanatik akan bersorak gembira. Yang melankolik akan menitikkan air mata menyaksikan benderanya berkibar perkasa.

Saya lebih tertarik mengamati warna, disain dan simbul bendera masing-masing. Tampaknya ada pola seragam di antara beberapa kelompok bendera negara, sekalipun masing-masing memiliki arti tersendiri. Coba perhatikan bendera negara Amerika Latin seperti Brazil dan Argentina. Bendera mereka agak rumit dengan gambar ditengahnya, mirip bendera Portugis dan Spanyol.

Tampaknya ada pola hubungan “leluhur” (dari segi bahasa nasional) antara bendera kolonial dan bekas koloninya. Hubungan semacam ini mungkin juga ada antara bendera Belanda (merah putih biru) dan bendera Indonesia (merah putih). Atau antara bendera Inggris (Union Jack) dengan bendera negara persemakmuran seperti Australia, New Zealand, dan Fiji yang mengandung Union Jack ukuran mini. Sementara bendera negara Eropa Barat, termasuk Russia, umumnya sederhana, hanya berupa lajur blok warna vertikal (Prancis, Italia, Romania) atau lajur warna horizontal (Belanda, Russia, Jerman).

***

Studi mengenai bendera disebut Vexillology, berasal dari kata Latin Vexillum yang artinya bendera, dan akhiran Yunani logy yang artinya studi. Sedangkan kata “bendera” sendiri berasal dari fflaken dalam bahasa Saxon yang artinya “terbang” atau berkibar di angkasa. Ide mengenai bendera muncul dari kebutuhan perang jaman dulu. Perisai dicat atau diwarnai, ditambahi emblem atau simbol untuk membedakan musuh dan kawan. Dalam hiruk pikuk pertempuran para prajurit perlu mengetahui dimana komandan mereka. Komandan perlu membawa tongkat panjang untuk mengibarkan sesuatu yang mencolok. Itulah awal mula bendera.

Menurut tradisi kuno Heraldic, ada banyak simbol yang berhubungan dengan warna bendera suatu negara. Perkembangan “Heraldry” sekitar tahun 1200 AD juga membawa berbagai macam desain bendera yang rumit. Bendera dengan warna kuning adalah simbul kemurahan hati. Warna putih simbol suci, perdamaian dan kejujuran. Warna merah simbol stamina, keberanian, dan kekuatan. Warna biru simbol perhatian, kebenaran, dan kesetiaan, kesabaran, dan keadilan. Warna hijau simbol dari harapan, kebahagiaan, dan cinta kasih, dan dalam beberapa kepercayaan memiliki arti suci atau keramat. Bendera warna hitam adalah simbol kekuatan terpendam. Warna ungu mencerminkan kesabaran dan kesehatan. Kombinasi warna merah dan biru mencerminkan kemewahan dan keanggunan, dan bebas dari ketergantungan.

***

Di beberapa negara, disain bendera berkaitan dengan agama. Salib pada bendera Yunani adalah simbol Gereja Ortodoks Yunani. Union Jack pada bendera Inggris adalah kombinasi dari simbol  tiga orang suci dalam agama Kristen: St G eorge (England), St Patric (Irlandia), dan St Andrew (Skotlandia). Kombinasi garis hijau dan oranye pada bendera Republik Irlandia mencerminkan Katolik (hijau) dan Protestan (oranye), dua agama yang dianut penduduk Irlandia, dan garis putih di tengahnya adalah simbol perdamaian.

Bendera yang mewakili agama Islam biasanya berwarna hijau (Senegal, Arab Saudi) atau  bintang dan bulan sabit (Turki). Judaisme diwakili bendera Israel dengan bintang David nya. Lingkaran biru di tengah bendera India adalah simbol Ashoka Chakra dalam agama Hindu. Bendera Kambodja menggambarkan Angkor Wat, monument agama Buddha.

Keyakinan juga berperan dalam menentukan disain bendera. Seperti matahari terbit pada bendera Jepang yang percaya kaisarnya keturunan Dewa Matahari. Atau “Isle of Mann”, negara kecil di antara Inggris dan Irlandia, yang memiliki bendera dengan  simbul  “tiga kaki” yang disebut trinacria atau triskelion. Simbol ini dalam mitologi Celtic mewakili tiga elemen dinamik air, udara, dan api. Sesuai tari perang zaman Celts kuno, simbol triskell ini berputar ke kiri (senstrogyrous) untuk menunjukkan kebenaran dan diakhiri dengan berputar ke kanan (dextrogyrous) sebagai simbol kemenangan. Selamat berlomba di Olimpiade 2016 Brazil. (Glan Iswara, menetap di New Zealand).

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Medali dan Bendera

  • 21/11/2018 pada 5:42 AM
    Permalink

    Rangers have been accused by former director of football candidate Mark Wotte of failing their rebuilding process and pursuit of Celtic with a short-sighted approach. Rangers could have appointed a director of football in 2015, claims ex-SFA chief Mark Wotte

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!