Masuk Program Nawacandra, Mantra-Kerta Terus Kawal Pembangunan Bandara Buleleng

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID- Pembangunan bandara internasional Bali Utara (BIBU) di Buleleng menjadi salah satu program unggulan dari pasangan calon nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta).

Megaproyek itu masuk dalam program ke-8 dari 9 program unggul Nawacandra, yang isinnya mendorong pembangunan bandara internasional Bali utara. Dalam program ini juga disandingkan dengan pembangunan jalan bebas hambatan, monorel, sport tourism, pusat perdagangan dunia, dan pelabuhan kapal pesiar.

Di bagian lain ada juga program membangun kereta api keliling Bali. Program ini menimbulkan banyak pertanyaan dari kubu lawan karena pembangunan bandara di Bali utara sudah menjadi prioritas di masa pemerintahan Gubernur Bali saat ini Made Mangku Pastika.

Politisi asal Badung selatan Wayan Disel Astawa mengatakan, program pembangunan bandara Buleleng harus dikawal oleh Mantra-Kerta. “Program ini sudah diwacanakan sejak tiga tahun lalu dan terus mengalami kemajuan. Artinya, Mantra-Kerta wajib kawal pembangunan bandara di utara Bali, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat. Dan Sudikerta sendiri selama menjabat sebagai wakil gubernur periode sebelumnya tahu persis program ini. Makanya, Mantra-Kerta wajib kawal, dan memang harus menjadi skala prioritas,” kata Disel di Denpasar, Senin (2/4/2018).

Ia membantah keras, jika program unggulan Mantra-Kerta soal bandara Bali utara hanya mendompleng program pemerintah sebelumnya.

“Ini jangan dipolitisasi. Bandara di utara itu sangat dibutuhkan saat ini. Sebagai pemimpin yang akan menerima tongkat estafet berikutnya, wajib hukumnya, dan wajib menjadi prioritas, karena bandara di Buleleng itu sangat dibutuhkan. Kalau terus dipolitisir, kapan kita majunya,” tegas Disel.

Menurutnya, rencana pembangunan bandara Buleleng itu harus dikawal dan menjadi prioritas pembangunan, karena pembangunaan bandara itu bukan hal yang mudah, sebab tidak dibangun dalam satu atau dua tahun, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama dan dana yang sangat besar.

Sementara Cawagub I Ketut Sudikerta mengatakan, Nawacandra itu lebih dalam pengertian pemerataan pembangunan di seluruh Bali. Selama ini sudah banyak ketimpangan antara Bali di selatan dan utara.

“Candra atau bulan itu harus menerangi seluruh Bali, menerangi 9 kabupaten dan kota di Bali. Artinya, harus ada pemerataan pembangunan di Bali, utara dan selatan, timur dan barat. 9 kabupaten dan kota harus menikmati pembangunan, harus sama-sama diterangi oleh bulan yang sama. Jangan sampai sebagian wilayah Bali gelap,” jelasnya.

Sudikerta mengaku tahu persis proses pembangunan bandara di Buleleng karena kapasitasnya sebagai wakil gubernur. Dan bandara itu sangat dibutuhkan, demi pemerataan pembangunan di Bali. Dampaknya akan sangat besar di utara Bali hingga ke timur.

“Kami harus kawal, kami harus bersinergi dengan pemerintahan yang ada sekarang, untuk terus mengawal rencana pembangunan bandara di utara Bali,” pungkas Sudikerta.(*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *